Rabu 23 Jan 2013 18:37 WIB

Asyiknya Menyusuri Thailand Floating Market

Pasar Apung Thailand
Foto: Studinu.net
Pasar Apung Thailand

REPUBLIKA.CO.ID,Kalau ke Thailand tempat yang wajib dikunjungi adalah pasar apung Thailand. Selain terkenal dengan gajah putihnya, Thailand memang terkenal dengan pasar apungnya. Sebenarnya di Indonesia juga ada pasar apung. Tepatnya ada di wilayah Banjarmasin. Tapi apa sih yang membedakan pasar apung di Thailand dengan di Indonesia? Yuk ikuti perjalanan saya.

Perjalanan dimulai dari Shukumvit menuju Ratchburi, tempat pasar apung berada, Anda akan dikenakan biaya taxi sebesar 400 Bath perorang atau sekitar Rp 130 ribu. Perjalanan memakan waktu sekitar satu sampai dua jam.

Setelah tiba di Dumneon Saduak Floating Market, pemandu wisata siap datang menyambut dan memberikan penjelasan singkat tentang pasar terapung ini. Jika beruntung Anda tidak perlu mengantri untuk menikmati pasar apung ini. Tapi sayagnya keberuntungan itu bukan pada saya. Saat itu banyak wisatawan asing yang juga ingin menikmati pasar apung ini. Saya diberi nomor antrian dan harus menunggu selama 15 menit. Untuk menghilagkan rasa bosan Anda bisa menimati terlebih dahulu masakan khas Thailand di kantin kecil yang ada di tempat tunggu. Atau Anda juga bisa menikmati Thai Massage.

Untuk menikmati floating market ada dua pilihan yang bisa dipilih. Pertama layanan dengan harga 1500 Bath. Dan layanan dengan harga 2000 Bath. Dengan 1500 Bath Anda akan diajak berkeliling pasar apung selama satu jam. Tapi jika ingin merogoh kocek lebih dalam, layanan 2000 Bath tidak hanya membawa Anda mengelilingi pasar apung tapi juga bisa menikmati sensasi naik gajah.

Perahu yang digunakan untuk mengelilingi pasar ini berupa perahu kecil. Satu perahu untuk satu kelompok turis. Jadi tidak perlu khawatir untuk berbagi tempat dengan wisatawan asing lainnya.

Perjalanan pertama disuguhkan dengan pemandangan rumah-rumah penduduk setempat dengan berbagai aktifitas sehari-harinya. Mereka melakukan semua kegiatan itu tanpa memperdulikan wisatwan yang melintas.

Rata-rata penduduk yang terlihat adalah lansia. Pemandangan selanjutnya adalah jejeran pedangan souvenir yang menjajakan dagangan mereka. Disetiap toko, pengemudi perahu akan memberhentikan pearhunya. Dan memberi kesempatan kepada turis untuk melihat-lihat. Tak beli pun tak masalah. Barang yang ditawarkan pun beragam. Mulai dari patung, tas, sarung bantal, kaus, topi dan barang khas Thailand lainnya. Bila perut terasa lapar, ditepi-tepi sungai banyak penjual makanan. Mereka menjajakan makanannya dengan perahu-perahu kecil.

Setelah puas berkeliling, saya mampir ke sebuah toko souvenir yang cukup besar. Disana selama 15 menit waktu yang diberikan untuk berbelanja. Perjalanan dilanjutkan ke sebuah bangunan besar mirip tempat peribadatan. Memasuki kawasan bangunan, terasa sangat khusuy sekali. Disana juga dipamerkan berbagai benda bersejarah. Dan pengunjung juga dipersilahkan untuk beramal seikhlasnya. Diseberang bangunan juga ada sebuah sekolah.

Perjalanan diakhiri dengan menuju ke tempat semula. Di tempat balik ternyata ada yang menjual foto saat sedang menaiki perahu. Kalau di Indonesia sebutannya tukang foto keliling. Satu foto berbingkai dihargai sekitar 40 Bath atau sekitar Rp 13 ribu.

Penulis: Sifa Nurseptiani – Klub Jurnalistik

sumber : Klub Jurnalistik ROL
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement