JAKARTA -- Menjaga kecukupan cairan tubuh merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan pelari saat mengikuti maraton. Namun, minum air terlalu banyak selama berlari jarak jauh justru dapat menimbulkan risiko kesehatan serius, salah satunya hiponatremia terkait olahraga atau exercise-associated hyponatraemia (EAH)
Kondisi ini terjadi ketika kadar natrium dalam darah menurun akibat ketidakseimbangan antara asupan cairan, kehilangan cairan, dan kemampuan tubuh untuk membuang kelebihan air. Jika tidak dikenali dan ditangani dengan tepat, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi keadaan darurat medis.
"Konsumsi cairan berlebihan selama aktivitas fisik berkepanjangan dapat menyebabkan hiponatremia terkait olahraga. Jadi, pelari perlu memahami risiko kelebihan asupan cairan atau overhidrasi serta mengetahui cara menjaga keseimbangan cairan tubuh selama berolahraga," kata konsultan kedokteran perawatan kritis, dr Judhajit Sengupta, dilansir laman Hindustan Times, pada akhir Oktober.
Apa itu hiponatremia terkait olahraga? Ini merupakan kondisi yang ditandai dengan penurunan kadar natrium dalam darah selama atau setelah aktivitas fisik berkepanjangan.
Natrium merupakan elektrolit penting yang membantu menjaga keseimbangan cairan serta mendukung fungsi normal tubuh. Ketika terlalu banyak air masuk ke dalam tubuh dibandingkan dengan jumlah yang dikeluarkan, konsentrasi natrium dalam darah dapat menurun.
"Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan konsumsi air putih, tetapi juga dapat terjadi meskipun seseorang mengonsumsi larutan rehidrasi oral dan sport drink. Karena keduanya mengandung natrium dengan konsentrasi yang lebih rendah dibandingkan konsentrasi natrium dalam darah," ujar dr Sengupta.
L