REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seiring meningkatnya kesibukan sehari-hari, keluhan brain fog atau kabut otak semakin sering dialami banyak orang. Kondisi ini biasanya muncul dalam kombinasi gejala seperti sakit kepala yang intens, sulit fokus, mudah tersinggung, serta rasa lelah yang konstan meski waktu tidur sudah tercukupi.
Ternyata, brain fog juga bisa disebabkan oleh dehidrasi. Dokter spesialis gastroenterologi, dr Ravinder Reddy, mengatakan otak terdiri atas sekitar 75 peesen air, sehingga dehidrasi atau kekurangan cairan bisa memengaruhi kinerja otak.
"Air sangat penting untuk menjaga aliran darah ke otak, mengangkut nutrisi dan oksigen, membuang limbah metabolisme, mengatur suhu tubuh, dan mendukung komunikasi antarsel saraf," kata dr Reddy dikutip dari Hindustan Times, Ahad (5/7/2026).
Menurut dr Reddy, saat tubuh kekurangan cairan, volume darah akan menurun sehingga sirkulasi menjadi kurang efisien. Akibatnya, otak harus bekerja lebih keras untuk melakukan fungsi kognitif dasar. Selain itu, dehidrasi juga mengganggu keseimbangan elektrolit seperti natrium dan kalium, yang penting untuk transmisi impuls saraf.
Dokter Reddy kemudian memaparkan lima gejala utama yang dapat mengindikasikan kabut otak akibat dehidrasi, sebagai berikut:
1. Merasa pikiran kabur sepanjang hari
Salah satu efek paling awal dari dehidrasi adalah penurunan efisiensi kognitif. Menurut dr Reddy, penderita biasanya merasa sulit berpikir jernih, mempertahankan fokus, atau mengingat hal sederhana. Tugas yang biasanya ringan terasa lebih berat secara mental.
"Ini bukan sekadar kelelahan. Ini mencerminkan fungsi otak di bawah kapasitas fisiologis optimalnya," kata dr Reddy.