Senin 06 Jul 2026 10:02 WIB

Bahaya Tersembunyi di Balik Kebiasaan Melewatkan Sarapan

Kebiasaan melewatkan sarapan jika dilakukan rutin dapat berdampak pada kesehatan.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Melewatkan sarapan (ilustrasi). Kebiasaan melewatkan sarapan jika dilakukan secara rutin dapat berdampak pada kesehatan.
Foto: Dok. Magnific
Melewatkan sarapan (ilustrasi). Kebiasaan melewatkan sarapan jika dilakukan secara rutin dapat berdampak pada kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian orang kerap melewatkan sarapan, terutama saat terburu-buru memulai aktivitas pagi atau tidak merasa lapar setelah bangun tidur. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini jika dilakukan secara rutin dapat berdampak pada kesehatan, salah satunya pada fungsi kantong empedu dan peningkatan risiko batu empedu.

Dokter spesialis gastroenterologi dr Arul Prakash, mengatakan, melewatkan sarapan pada dasarnya membuat seseorang menjalani periode puasa yang lebih panjang. Kondisi ini menurutnya, dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu.

Baca Juga

la menjelaskan bahwa empedu adalah cairan yang disimpan di kantung empedu dan akan dilepaskan ketika makanan masuk ke usus. Proses pengosongan empedu ini dipicu terutama oleh makanan, khususnya makanan yang mengandung lemak.

photo
Sarapan di dalam mobil (ilustrasi). - (Republika/Aditya Pradana Putra)

 

"Misalnya, jika Anda mengonsumsi makanan berat yang memiliki kandungan lemak tinggi seperti mentega atau makanan non-vegetarian, itu akan memberi sinyal pada kantung empedu untuk mengosongkan dirinya. Lalu, kantung empedu akan berkontraksi dan mengeluarkan empedu secara optimal," kata dr Prakash dikutip dari Hindustan Times, Senin (6/7/2026).

Menurut dr Prakash, ketika seseorang melewatkan sarapan atau makan tidak teratur, maka rangsangan untuk mengosongkan kantung empedu tidak terjadi secara rutin. Akibatnya, kantung empedu dapat mengendap dan mengental yang pada akhirnya dapat berkembang menjadi batu empedu.

Apakah melewatkan sarapan satu-satunya penyebab batu empedu? Dokter Prakash menyebut sarapan bukan satu-satunya penyebab batu empedu. Menurutnya, batu empedu dapat disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor.

photo
Wanita merasa lapar (ilustrasi). - (Dok. Magnific)

 

Salah satu faktor yang disebut cukup berpengaruh adalah perubahan hormonal, terutama pada perempuan usia reproduksi antara 20 hingga 45 tahun. la menyebut bahwa pada kelompok ini, kantong empedu dapat menjadi lebih lambat bergerak akibat perubahan hormon, sehingga meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu.

"Pada perempuan terutama yang masih muda terjadi perubahan hormonal yang membuat kantong empedu menjadi lebih lambat, sehingga pergerakannya tidak optimal dan dapat menyebabkan terbentuknya batu," kata dia.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi