Kamis 22 Oct 2026 15:22 WIB

Studi: Polusi Udara Bikin Waktu Finis Pelari Maraton Jadi Lebih Lambat, Kok Bisa?

Dampak nitrogen dioksida terhadap performa ternyata tidak sama pada semua pelari.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Sejumlah warga berolahraga saat berlangsungnya Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad (22/2/2026). Polusi udara dinilai tak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi performa pelari maraton.
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Sejumlah warga berolahraga saat berlangsungnya Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad (22/2/2026). Polusi udara dinilai tak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi performa pelari maraton.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polusi udara dinilai tak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi performa pelari maraton. Studi terbaru menemukan kadar nitrogen dioksida yang lebih tinggi pada hari perlombaan berkaitan dengan waktu finis yang lebih lambat, terutama pada pelari non-elite.

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti University of Leicester itu menganalisis lebih dari 2,7 juta catatan penampilan pelari dalam enam ajang World Marathon Majors, yakni Berlin, Boston, Chicago, London, New York City, dan Tokyo. Data yang dianalisis mencakup penyelenggaraan maraton pada periode 2010 hingga 2024.

Baca Juga

Dalam analisis tersebut, para peneliti menemukan hubungan yang kuat antara kadar nitrogen dioksida pada hari perlombaan dan waktu finis pelari. Nitrogen dioksida utamanya berasal dari pembakaran bahan bakar fosil akibat aktivitas manusia seperti penggunaan mobil, truk, dan kegiatan pabrik, serta dari proses alami dan reaksi kimia di udara. Zat ini juga telah dikaitkan dengan gangguan fungsi paru-paru, peradangan saluran pernapasan, dan dampak buruk pada sistem kardiovaskular.

"Untuk setiap peningkatan nitrogen dioksida sebesar satu mikrogram per meter kubik, menyebabkan waktu finis 1,43 menit lebih lambat pada pria dan 1,56 menit lebih lambat pada wanita," kata peneliti utama studi, James Donaldson, dilansir laman Euro News, Kamis (1/10/2026).

Artinya, pada hari dengan tingkat polusi yang lebih tinggi, dampaknya terhadap waktu tempuh dapat mencapai beberapa menit. Ketika kadar nitrogen dioksida mencapai 10,3 mikrogram per meter kubik, dibandingkan dengan tingkat yang lebih rendah sebesar 5,2 mikrogram per meter kubik, waktu finis pelari tercatat sekitar tujuh hingga delapan menit lebih lama.

Para peneliti juga menganalisis paparan terhadap partikel halus PM2.5. Namun, berbeda dengan nitrogen dioksida, mereka tidak menemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara kadar PM2.5 dan waktu finis.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi