Rabu 07 Oct 2026 14:43 WIB

Studi: Wanita yang Menopause Dini Lebih Sering Anxiety dan Depresi

Studi ini menganalisis data lebih dari 2.600 perempuan berusia 46 tahun.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Perempuan mengalami menopause (ilustrasi). Perempuan yang memasuki masa menopause lebih awal dilaporkan mengalami gejala kecemasan dan depresi lebih sering dibandingkan perempuan lain seusia mereka yang belum memasuki masa menopause.
Foto: Dok. Magnific
Perempuan mengalami menopause (ilustrasi). Perempuan yang memasuki masa menopause lebih awal dilaporkan mengalami gejala kecemasan dan depresi lebih sering dibandingkan perempuan lain seusia mereka yang belum memasuki masa menopause.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perempuan yang memasuki masa menopause lebih awal dilaporkan mengalami gejala kecemasan dan depresi lebih sering dibandingkan perempuan lain seusia mereka yang belum memasuki masa menopause. Hal ini merujuk pada studi dari penelitian University of Oulu, Finlandia, yang menganalisis data lebih dari 2.600 perempuan berusia 46 tahun.

Dalam penelitian itu, para peneliti membagi peserta menjadi dua kelompok berdasarkan apakah mereka sudah memasuki masa transisi menopause atau belum. Penentuan status tersebut dilakukan berdasarkan pengukuran kadar hormon, informasi mengenai siklus menstruasi, serta data pembelian obat. Hasilnya, sebanyak 13 persen perempuan yang diteliti telah memasuki masa transisi menopause pada usia 46 tahun.

Baca Juga

Transisi menopause sendiri merupakan tahap ketika siklus menstruasi dan fungsi hormonal mulai mengalami perubahan. Pada fase ini, perempuan dapat mengalami berbagai gejala yang berkaitan dengan menopause, seperti hot flushes atau sensasi panas yang muncul tiba-tiba dan gangguan tidur.

Penelitian menunjukkan gejala kecemasan secara signifikan lebih sering dilaporkan pada perempuan yang telah memasuki transisi menopause dibandingkan perempuan seusia mereka yang belum memasuki fase tersebut. Sekitar 23 persen perempuan yang telah memasuki transisi menopause mengalami gejala kecemasan. Pada kelompok perempuan yang belum memasuki transisi menopause, angkanya sekitar 16 persen.

photo
Menopause (ilustrasi). - (Dok. Freepik)

 

"Kaitan tersebut tetap terlihat setelah peneliti memperhitungkan sejumlah faktor termasuk kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, indeks massa tubuh (BMI), dan tingkat pendidikan," kata ketua peneliti studi, Tiia Saarinen, dilansir laman News Medical, Selasa (6/10/2026).

Setelah faktor-faktor tersebut diperhitungkan, perempuan yang telah memasuki menopause memiliki kemungkinan 44 persen lebih tinggi mengalami gejala kecemasan yang bermakna secara klinis dibandingkan perempuan yang belum memasuki menopause. 

Berita Lainnya

Rekomendasi