Selasa 29 Sep 2026 16:12 WIB

10 Kesalahan Pemakaian Skincare yang Banyak Dilakukan Perempuan Usia 40 Tahun ke Atas

Kerusakan kulit akibat sinar matahari sulit dipulihkan.

Rep: mg166/ Red: Qommarria Rostanti
Menggunakan skincare (ilustrasi). Setidaknya ada 10 kesalahan yang kerap dilakukan perempuan usia di atas 40 tahun dalam perawatan kesehatan kulit.
Foto: Dok.Magnific
Menggunakan skincare (ilustrasi). Setidaknya ada 10 kesalahan yang kerap dilakukan perempuan usia di atas 40 tahun dalam perawatan kesehatan kulit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seiring bertambah usia, garis halus, flek akibat sinar matahari, dan kulit kering akan mulai terlihat nyata saat seseorang memasuki usia 40-an. Faktor genetik dinilai memainkan peran penting dalam menentukan bagaimana kulit menua, terlebih dengan adanya transisi perimenopause dan menopause, namun kehilangan kolagen secara alami serta akumulasi kerusakan akibat matahari turut memegang peranan besar.
Dilansir laman Women’s Health, masih ada harapan untuk mengembalikan kesehatan kulit wajah agar tampak segar, kencang, dan terlindungi dari kerasnya lingkungan sekitar. Para pakar dermatologi dan kesehatan telah "merumuskan" 10 kesalahan umum yang sering tanpa sadar dilakukan oleh perempuan usia 40 tahun ke atas, yang kerap menjadi penghalang tak kasat mata antara mereka dan perwujudan kulit sehat yang diidamkan. Berikut ini penjelasannya:
1. Melewatkan penggunaan SPF
Perlu disadari, kerusakan kulit akibat sinar matahari merupakan salah satu bentuk kerusakan yang paling sulit dipulihkan, namun risikonya dapat ditekan secara signifikan dengan pemakaian sunscreen yang disiplin. Dokter kulit dr Hadley King mengatakan kebanyakan dari kerusakan yang dialami akibat sinar matahari menumpuk pada kulit justru disebabkan oleh aktivitas harian yang tampak sepele seperti jalan kaki, mengemudi, atau sekadar makan di outdoors.
“Melindungi kulit kita dari paparan sinar matahari memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap bagaimana kulit kita menua seiring berjalannya waktu,” ujarnya. 

2. Melewatkan penggunaan retinol
Bagi kulit yang menua, bahan skincare primadona ini telah terbukti secara ilmiah sangat efektif dalam meningkatkan tekstur kulit, mendorong pergantian sel, dan mencegah jerawat, meskipun para pakar mengingatkan agar penggunaannya dilakukan secukupnya karena pemakaian yang berlebih justru bisa membawa dampak buruk bagi pelindung kulit. Kulit dinilai membutuhkan masa adaptasi yang cukup untuk bersahabat dengan retinol.
“Saya sarankan untuk memakainya secara selang-seling selama dua minggu pertama, kemudian beralih ke jadwal yang lebih sering. Namun, jika sewaktu-waktu muncul rasa kering, sensasi terbakar, perih, atau kulit yang mengelupas, sebaiknya hentikan penggunaan selama beberapa waktu,” kata dia. Di sisi lain, dokter kulit Corey L Hartman mencatat sebuah pengecualian penting bahwa terkecuali orang-orang yang mengidap kondisi rosacea atau mempunyai kulit yang sangat sensitif, siapapun bisa menggunakan retinol.
 
3. Menggunakan retinol pada siang hari
Menggunakan retinol pada siang hari dinilai tidak sesuai dengan waktu idealnya karena justru membuat kulit menjadi sangat sensitif terhadap sengatan matahari. Mengenai hal ini, dr Zeichner mengatakan retinol menipiskan lapisan luar kulit yang disebut stratum korneum, sehingga kulit menjadi lebih rentan terhadap sengatan matahari.
"Sensitivitas terhadap sinar matahari tidak dapat dihindari, namun, karena retinol tidak stabil jika terkena sinar UV, saya menyarankan untuk menggunakannya pada malam hari dan memakai sunscreen setiap pagi sebagai perlindungan dari sinar matahari,” ujarnya.

Berita Lainnya

Rekomendasi