REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan robotika berbasis kecerdasan buatan (AI), AiMOGA Robotics, mencatatkan pengiriman kumulatif lebih dari 2.000 unit robot ke pasar internasional. Produk dan layanan perusahaan tersebut kini disebut telah menjangkau lebih dari 60 negara dan wilayah, termasuk Indonesia.
Jangkauan AiMOGA mencakup sejumlah kawasan, seperti Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin. Perusahaan mengeklain, teknologi robot yang dikembangkan telah digunakan dalam lebih dari 100 skenario penerapan di dunia nyata.
Penerapan tersebut antara lain mencakup layanan ritel otomotif, manajemen lalu lintas, layanan publik, hingga sejumlah kebutuhan lainnya. Perkembangan itu menunjukkan penggunaan robot berbasis AI mulai bergerak dari tahap pengembangan dan demonstrasi menuju pemanfaatan dalam aktivitas operasional.
President of Chery International sekaligus President of AiMOGA Robotics, Zhang Guibing, mengatakan perluasan industri robotika ke pasar internasional tidak hanya bergantung pada kemampuan produk. Menurut dia, kesiapan riset dan pengembangan, manufaktur, rantai pasok, distribusi, pengiriman, hingga layanan di masing-masing negara turut menentukan keberlanjutan ekspansi.
"Ekspansi global di industri robotika tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produk, tetapi juga oleh kekuatan dalam riset dan pengembangan, manufaktur, rantai pasok, jaringan distribusi, pengiriman, layanan, serta operasional lokal. Pertumbuhan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai dengan membangun kehadiran yang kuat di setiap pasar," ujar Zhang dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Dalam perkembangannya, robot AiMOGA tidak hanya digunakan pada sektor ritel otomotif. Perusahaan menyebut penerapannya telah diperluas ke sejumlah skenario lain, termasuk layanan kepolisian, panduan medis, dan layanan publik.
View this post on Instagram