REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebanyak 2.037 karya dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Lomba Artikel dan Video Kreatif Kesehatan 2026 bertema “Masyarakat Sehat, Indonesia Kuat”. Ribuan karya tersebut mengangkat beragam isu kesehatan melalui artikel dan video dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakter audiens.
Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Marroli Jeni Indarto mengatakan, komunikasi berperan dalam memastikan informasi mengenai program kesehatan dapat dipahami masyarakat.
“Pembangunan kesehatan merupakan proses yang berkelanjutan. Mulai dari perhatian terhadap gizi dan pencegahan stunting, hingga berbagai program prioritas pemerintah saat ini seperti Cek Kesehatan Gratis, upaya mengakhiri Tuberkulosis (TB), dan revitalisasi rumah sakit,” kata dia dalam kegiatan awarding Lomba Artikel dan Video Kreatif Kesehatan 2026.
Marroli mengatakan, informasi mengenai program kesehatan perlu disampaikan dengan cara yang mudah dipahami agar masyarakat mengetahui manfaat dan dapat berpartisipasi.
“Komunikasi menjadi penting agar masyarakat mengetahui, memahami, dan kemudian ikut mengambil bagian dalam program-program kesehatan,” kata dia.
Menurut Marroli, komunikasi kesehatan juga perlu menyasar generasi muda. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui program Generasi Bersih dan Sehat (Genbest) yang telah berjalan sejak 2017.
Ia menekankan komunikasi kesehatan tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi perlu mendorong penerapan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
“Komunikasi kesehatan bukan hanya bagaimana kita menyampaikan informasi, tetapi bagaimana informasi tersebut memberikan perubahan dan manfaat dalam jangka panjang,” tuturnya.
Dari 2.037 karya yang masuk, sebanyak 1.196 merupakan artikel dan 841 berupa video kreatif. Karya tersebut berasal dari peserta perorangan maupun komunitas.
Proses kurasi kemudian menetapkan 16 pemenang dari empat kategori, yakni Artikel Perorangan, Artikel Komunitas, Video Perorangan, dan Video Komunitas. Setiap kategori memiliki empat pemenang, mulai dari Juara Favorit hingga Juara I, dengan total hadiah Rp50 juta.
Kegiatan awarding juga diisi diskusi bersama dewan juri mengenai komunikasi kesehatan, jurnalistik, storytelling, produksi media, dan strategi penyampaian informasi melalui platform digital.
Lomba tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia dan diikuti secara luring serta daring. Peserta berasal dari berbagai daerah dan mengangkat isu kesehatan dengan beragam pendekatan komunikasi.
Berbagai karya yang dihasilkan dalam kompetisi tersebut selanjutnya dapat menjadi materi komunikasi kesehatan yang menjangkau masyarakat lebih luas. Hal ini sejalan dengan tujuan komunikasi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong perubahan perilaku di masyarakat.