Sabtu 26 Sep 2026 05:16 WIB

Giliran Cuaca Ekstrem Gagalkan Konser Ed Sheeran

Pembatalan menambah parah situasi setelah Ed Sheeran mendepak Macklemore.

Penyanyi asal Inggris, Ed Sheraan.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Penyanyi asal Inggris, Ed Sheraan.

REPUBLIKA.CO.ID, Konser Ed Sheeran di Gillette Stadium, Foxborough, Massachusetts, dibatalkan akibat cuaca buruk. Hal ini terjadi di tengah sorotan terhadap penyanyi yang mendepak penyanyi rap Macklemore terkait sikapnya membela Palestina. 

"Mengingat adanya peringatan cuaca buruk yang berlaku di Boston dan seluruh wilayah New England sepanjang akhir pekan, serta setelah berkonsultasi dengan pihak berwenang setempat, kami mengambil keputusan sulit untuk membatalkan konser Ed Sheeran di Gillette Stadium,” tutur promotor tur Sheeran, Messina Touring, pada Jumat.

"Keputusan tersebut diambil dengan menempatkan keselamatan penggemar, staf, dan semua pihak yang terlibat dalam pertunjukan sebagai prioritas utama," tambah Messina Touring. Sheeran dijadwalkan tampil di arena berkapasitas 64.628 kursi itu pada hari Jumat dan Sabtu sebagai bagian dari tur "Loop"-nya. 

Pembatalan ini terjadi setelah berminggu-minggu kontroversi menyelimuti tur tersebut, menyusul upaya pemilik stadion yang merupakan seorang miliarder, Robert Kraft, untuk menggalang dukungan dari pemilik stadion lainnya guna menekan Sheeran agar mencoret Macklemore dari daftar penampil pembuka tur. 

Langkah ini dipicu oleh seruan "bebaskan Palestina" yang disampaikan sang rapper saat tampil di Stadion MetLife, New Jersey. Komentar Macklemore—termasuk ucapannya, "'Bebaskan Palestina!' Saya ingin kata-kata itu terdengar lantang dan jelas, agar orang-orang mulai dari Gaza hingga Tepi Barat yang diduduki tahu bahwa kami tidak melupakan mereka"—memicu kemarahan organisasi-organisasi pro-Israel.

Mereka menuduh sang penyanyi "mengejutkan" penggemar dengan "propaganda anti-Israel". Reaksi keras tersebut mendorong Kraft—pemilik tim New England Patriots sekaligus donatur besar bagi Israel—untuk mendesak Sheeran agar mengeluarkan Macklemore dari rangkaian tur tersebut.

Menyusul dikeluarkannya Macklemore dari tur Loop milik Sheeran, baik Sheeran maupun Kraft menghadapi kecaman luas dari publik. Sheeran kemudian mengeluarkan pernyataan yang berbunyi: "Dikeluarkannya Macklemore dari tur adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya. Kontrak Macklemore untuk tur tersebut adalah dengan pihak promotor, bukan dengan saya." 

Sheeran menambahkan bahwa ia "tidak akan pernah... meninggalkan kru tur serta musisi dan penampil pendukung lainnya yang bergantung pada saya untuk pekerjaan dan penghidupan." 

Tak lama kemudian, para penampil pendukung—termasuk empat penampil pembuka dan band pengiring Sheeran—mengundurkan diri dari tur sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore. Band asal Irlandia, Beoga, yang tampil sebagai band pengiring Sheeran, menyatakan penolakannya terhadap tindakan "membungkam Macklemore oleh lobi-lobi Zionis". 

Aaron Rowe, seorang penyanyi Irlandia yang dijadwalkan tampil dalam 10 jadwal tur tersisa di Amerika Utara, mengatakan: "Sebagai orang Irlandia, kami sangat memahami apa itu genosida, kelaparan yang dipaksakan, dan pendudukan yang penuh kekerasan. Saya tidak bisa tinggal diam dan membiarkan para miliarder menggunakan posisi kekuasaan mereka untuk membungkam suara-suara yang sah dari mereka yang bersuara menentang genosida oleh Israel dan menyoroti pembunuhan keji terhadap anak-anak.”

Berita Lainnya

Rekomendasi