REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Momen kebersamaan antara ibu dan anak selalu menjadi masa-masa yang berharga. Seiring bertambahnya usia, anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang kian mandiri, aktif mengeksplorasi lingkungan sekitarnya, hingga memiliki kesibukan sendiri.
Kondisi perubahan fase tumbuh kembang ini kerap disadari para orang tua sebagai masa yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Mengabadikan setiap interaksi kecil, seperti pelukan hangat dan ciuman kasih sayang, menjadi sebuah momentum emosional yang sangat dinantikan setiap harinya.
Figur publik sekaligus seorang ibu, Fitri Tropica, membagikan pandangannya mengenai betapa pentingnya memaksimalkan masa-masa emas kedekatan bersama buah hati. Baginya, ada fase tertentu di mana kedekatan fisik secara alamiah akan berkurang seiring tumbuhnya anak. Oleh karena itu, menciptakan kenyamanan saat berinteraksi menjadi hal mendasar yang perlu diperhatikan orang tua.
"Yang namanya anak itu pasti akan ada fase di mana dia udah nggak mau dipeluk lagi. Dipegang, dipeluk, dicium aja pasti udah nggak mau. Jadi menurut aku, di usia-usia sekarang ketika mereka masih nyaman pulang sekolah, ketemu kita, mama minta dipeluk itu tuh menurut aku satu momen-momen usia yang bener-bener mau aku puas-puasin banget," kata Fitri saat peluncuran produk B&B di Jakarta pada Kamis (3/9/2026).
Aktivitas anak yang padat dan dinamis sering kali membuat tubuh mereka mudah berkeringat dan memicu timbulnya aroma yang kurang sedap. Sebagai negara beriklim tropis, mobilitas harian seperti bersekolah hingga berolahraga, bahkan olahraga di arena es sekalipun dapat memicu produksi keringat berlebih pada tubuh anak. Hal ini berpotensi mengurangi kenyamanan saat anak hendak bermanja-manja dengan orang tua setelah seharian beraktivitas.
Fitri menyebut kebersihan dan kesegaran tubuh anak merupakan kunci utama agar momen kebersamaan tersebut tidak terganggu. Hal-hal yang terkesan sederhana seperti menjaga aroma tubuh anak tetap segar rupanya memiliki dampak besar terhadap kualitas bonding dalam keluarga.
"Jangan sampai momen bonding kita di mana anak kita masih sangat nyaman untuk dipeluk, masih sangat mau untuk kita peluk, cium, itu tuh kayak terganggu sama aroma-aroma yang sebenarnya tuh harusnya tidak bisa kita handle gitu loh, dengan produk yang sesuai," ujar Fitri.
Kehadiran aroma yang menyenangkan pada anak ternyata tidak sekadar memberikan kesegaran fisik, melainkan juga menyimpan nilai emosional yang mendalam bagi para orang tua. Wewangian khas anak sering kali menjadi pengikat memori yang mampu membangkitkan rasa rindu ketika orang tua sedang berada jauh dari buah hati.
Mengingat kenangannya saat menjalankan ibadah ke Tanah Suci, Fitri menceritakan bagaimana aroma tubuh sang anak menjadi penawar rindu paling ampuh selama terpisah jarak dan waktu.
"Salah satu contohnya deh, waktu saya berhaji tuh, itu yang dibawa tuh baju anak yang ada wanginya dia. Karena memang ternyata di yang saya rasakan, wangi anak itu tuh bisa sedikit mengobati kerinduan kita sama anak. Itu jadi bagian dari memori kita sama anak. Ya, emosional banget. Wangi itu emosional banget," ujarnya.
Selain faktor keharuman yang menenangkan, kesadaran orang tua modern terhadap pemilihan produk perawatan diri yang aman dan berizin resmi juga semakin meningkat. Pemilihan kandungan yang jelas, sertifikasi keamanan, hingga kehalalan produk menjadi pertimbangan utama para ibu dalam memilih perawatan terbaik untuk sang buah hati.
Di tengah melimpahnya informasi melalui media sosial dan edukasi kesehatan, orang tua kini semakin cerdas membedakan kebutuhan produk perawatan antara orang dewasa dan anak-anak. "Untuk begitu tahu udah tersertifikasi halal, itu aku ngerasa safe banget. Karena saya termasuk yang lumayan concern. Jangan sampai kayak ibaratnya ibadah kita kurang sempurna, hanya gara-gara ada ingredients yang ternyata belum halal. Apalagi kan kalau misalkan kita berinteraksi dengan anak kita hampir setiap hari ya, jadi begitu produknya ini memang sudah ada halal, kayak merasa lebih yakin," ujar Fitri.
Pemahaman akan pentingnya formulasi khusus anak ini juga didukung oleh persepsi para orang tua yang sepakat bahwa kulit dan tubuh anak membutuhkan perhatian yang berbeda dari orang dewasa. Produk yang dirancang ramah anak tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga kenyamanan optimal saat digunakan sehari-hari.
"Menurut aku kayak kita udah cukup banyak menerima informasi bahwa memang ingredients produk untuk dewasa sama untuk anak itu sangat beda. Jadi aku ngerasa sih kalau untuk aku pribadi pasti aku udah bedakan. Tentu kita akan merasa lebih aman untuk menggunakan produk yang diformulasikan memang untuk sesuai usianya," kata Fitri.