REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Proses pemulihan setelah sakit, cedera, atau prosedur medis tidak selalu berlangsung dengan cepat. Pada kondisi tertentu, penyembuhan jaringan dapat berjalan lebih lambat karena pasokan oksigen ke jaringan tidak mencukupi.
Salah satu metode yang digunakan dalam dunia medis untuk meningkatkan kadar oksigen di jaringan adalah Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) atau terapi oksigen hiperbarik. HBOT merupakan terapi medis dengan cara menghirup oksigen murni di dalam ruang bertekanan lebih tinggi dibandingkan tekanan atmosfer normal. Terapi dilakukan menggunakan hyperbaric chamber dengan durasi sesi yang umumnya berkisar antara 60 hingga 90 menit, bergantung pada kondisi dan protokol medis pasien.
Dalam kondisi bertekanan tinggi, jumlah oksigen yang terlarut dalam plasma darah meningkat. Kondisi tersebut memungkinkan oksigen berdifusi lebih jauh ke jaringan tubuh, termasuk jaringan yang mengalami kekurangan oksigen atau hipoksia.
Dokter Seraphim Medical Center, dr. Ravenska Theodora, mengatakan peningkatan oksigenasi jaringan menjadi salah satu mekanisme yang membedakan HBOT dari pemberian oksigen dalam kondisi normal. "Dengan tekanan yang lebih tinggi, oksigen bisa menjangkau area jaringan yang mengalami hipoksia atau kekurangan oksigen," ujar Ravenska, dikutip dari siaran pers, Rabu (12/8/2026).
Menurut dia, ketersediaan oksigen merupakan salah satu faktor penting dalam proses penyembuhan. Sel membutuhkan oksigen untuk menjalankan berbagai proses metabolisme dan perbaikan jaringan. Oksigen juga berperan dalam pembentukan pembuluh darah baru atau angiogenesis yang merupakan bagian dari proses penyembuhan.
Ketika suplai oksigen ke jaringan tidak memadai, proses tersebut dapat berlangsung lebih lambat. Namun, HBOT tidak serta-merta menjadi terapi untuk seluruh kondisi kesehatan. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan indikasi medis dan kondisi masing-masing pasien.
"Terapi ini memiliki indikasi dan kontraindikasi yang harus dinilai secara individual. Hasilnya bisa sangat signifikan ketika diberikan kepada pasien yang tepat, dengan panduan klinis yang benar," kata Ravenska.
HBOT dapat digunakan pada sejumlah kondisi medis tertentu, termasuk beberapa kondisi yang berkaitan dengan gangguan penyembuhan jaringan. Terapi ini juga digunakan dalam penanganan kondisi tertentu seperti keracunan karbon monoksida, penyakit dekompresi, serta sejumlah luka yang sulit sembuh, sesuai indikasi dan penilaian dokter.
Di luar penggunaan medis tersebut, terapi oksigen hiperbarik juga mulai dikenal dalam konteks pemulihan fisik. Sejumlah fasilitas kesehatan menawarkan HBOT sebagai bagian dari layanan pemulihan bagi orang yang aktif berolahraga atau atlet.
Meski demikian, keluhan seperti kelelahan berkepanjangan, penurunan stamina, atau brain fog tidak otomatis menunjukkan seseorang mengalami kekurangan oksigen pada jaringan dan membutuhkan HBOT. Keluhan tersebut dapat disebabkan berbagai faktor sehingga tetap membutuhkan evaluasi untuk mencari penyebabnya.
Karena itu, pemeriksaan medis sebelum menjalani terapi menjadi bagian penting. Dokter perlu menilai kondisi pasien, tujuan terapi, kemungkinan manfaat, serta kontraindikasi sebelum menentukan apakah HBOT sesuai.
Salah satu fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan HBOT adalah Seraphim Medical Center di kawasan Paramount Gading Serpong, Tangerang. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari Bethsaida Healthcare dan menyediakan layanan kesehatan yang mencakup Wellness Center, Beauty & Aesthetic Center, serta Sports & Rehabilitation Center.
Dengan semakin dikenalnya terapi oksigen hiperbarik, masyarakat tetap perlu membedakan penggunaannya sebagai terapi medis dengan klaim peningkatan kesehatan secara umum. HBOT memiliki manfaat pada kondisi tertentu, tetapi penggunaannya sebaiknya dilakukan berdasarkan indikasi dan pengawasan tenaga medis.