Senin 13 Jul 2026 09:50 WIB

Tips Menghindari Risiko Cedera Saat Lari, Cocok Buat Pemula

Meskipun terlihat sederhana, olahraga lari juga memerlukan persiapan.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Ilustrasi olahraga lari. Meskipun terlihat sederhana, olahraga lari juga memerlukan persiapan yang baik agar manfaatnya optimal dan risiko cedera dapat diminimalisasi.
Foto: Republika/Daan Yahya
Ilustrasi olahraga lari. Meskipun terlihat sederhana, olahraga lari juga memerlukan persiapan yang baik agar manfaatnya optimal dan risiko cedera dapat diminimalisasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Olahraga lari semakin digemari masyarakat, terutama di kalangan anak muda. Maraknya penyelenggaraan ajang lari serta kemudahan membagikan capaian olahraga melalui aplikasi seperti Strava dan media sosial turut mendorong popularitas olahraga ini.

Namun di balik tren tersebut, tidak sedikit masyarakat yang mengikuti olahraga lari karena fenomena fear of missing out (FOMO), tanpa memahami prinsip latihan yang benar. Akibatnya, manfaat kesehatan yang diharapkan tidak tercapai, bahkan berisiko menimbulkan cedera atau membuat kebiasaan berolahraga tidak berkelanjutan.

Baca Juga

Menanggapi fenomena tersebut, dokter spesialis kedokteran keluarga layanan primer sekaligus dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dr Iman Permana, menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar mengikuti tren. "Apa pun bentuk aktivitas fisiknya, kalau menyangkut pola hidup, kita harus mengaitkannya dengan manfaat jangka panjang, bukan hanya manfaat sesaat," kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip pada Senin (13/7/2026).

Menurut dr Iman, olahraga yang dilakukan secara teratur dan terukur memberikan manfaat yang sangat besar, baik bagi kesehatan fisik maupun mental. Dari sisi fisik, aktivitas olahraga mampu menurunkan risiko berbagai penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus, hipertensi, strok, hingga penyakit ginjal. Sementara itu, dari aspek psikologis, olahraga terbukti membantu mengurangi tingkat stres, kecemasan, dan depresi.

photo
Kaki cedera saat berolahraga. (ilustrasi) - (www.freepik.com.)

 

"Namun, manfaat tersebut dapat diperoleh apabila olahraga dilakukan dengan prinsip yang benar. Olahraga harus dilakukan secara teratur dan terukur. Di situlah manfaat kesehatannya akan benar-benar dirasakan," ujar dr Iman.

la mengacu pada rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menganjurkan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki selama sedikitnya 30 menit setiap hari. Sementara untuk olahraga aerobik dengan intensitas sedang, seperti lari, WHO merekomendasikan total durasi 150 menit per pekan yang dapat dibagì menjadi lima kali latihan masing-masing 30 menit.

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi