Kamis 09 Jul 2026 07:56 WIB

Satu Menit Olahraga Intensitas Tinggi Bermanfaat Bagi Penderita Hipertensi

Durasi aktivitas intens perlu dijaga agar manfaat kardiovaskular dapat diperoleh.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Orang-orang berolahraga (ilustrasi). Penelitian terbaru menunjukkan bahwa menambahkan aktivitas fisik berintensitas tinggi selama satu menit dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Foto: EPA-EFE / ETIENNE LAURENT
Orang-orang berolahraga (ilustrasi). Penelitian terbaru menunjukkan bahwa menambahkan aktivitas fisik berintensitas tinggi selama satu menit dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama bertahun-tahun, penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi dianjurkan untuk berolahraga dengan intensitas sedang. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa menambahkan aktivitas fisik berintensitas tinggi selama satu menit dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine ini menemukan bahwa olahraga intensitas sedang tetap memberikan manfaat bagi penderita hipertensi sebagaimana telah dibuktikan oleh berbagai penelitian sebelumnya. Namun, menambahkan olahraga berintensitas tinggi selama satu menit mampu memberikan perlindungan yang lebih baik dibandingkan hanya melakukan olahraga intensitas sedang.

Baca Juga

Di sisi lain, penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga berintensitas tinggi yang dilakukan lebih dari satu menit justru berkaitan dengan peningkatan risiko strok. Hasil ini mengindikasikan bahwa durasi aktivitas intens perlu dijaga agar manfaat kardiovaskular dapat diperoleh tanpa meningkatkan risiko.

"Hal pertama yang perlu dipahami dari penelitian ini adalah bahwa olahraga itu baik, dan orang tidak boleh menjadikan tekanan darah tinggi sebagai alasan untuk tidak berolahraga. Yang unik dalam penelitian ini ternyata olahraga intensif dalam waktu singkat bisa mengurangi risiko lebih baik, daripada hanya intensitas sedang saja," kata peneliti sekaligus dokter spesialis jantung, Brian Becerra, dikutip dari Very Well Health, Kamis (9/7/2026).

photo
Mengukur hipertensi (ilustrasi).  - (Freepik)

Untuk melakukan penelitian ini, para peneliti memantau aktivitas fisik 38.960 orang dewasa dengan hipertensi menggunakan akselerometer yang dikenakan pada tubuh. Selama delapan tahun, mereka kemudian menganalisis data rekam medis peserta untuk mengetahui kejadian serangan jantung, strok, dan gagal jantung.

Hasil analisis menunjukkan peserta yang memasukan olahraga intensitas tinggi mengalami lebih sedikit kejadian penyakit kardiovaskular. Sebaliknya, peserta yang melakukan olahraga intens dalam durasi lebih lama memiliki risiko stroke yang lebih tinggi.

Contoh olahraga berintensitas tinggi antara lain lari cepat (sprint), lompat tali dengan kecepatan tinggi, bersepeda cepat, burpees, squat, mountain climbers, plank, dan lainnya. Lantas mengapa olahraga intensitas tinggi bermanfaat bagi penderita hipertensi?

Dokter spesialis jantung Brian Kolski menjelaskan bahwa tekanan darah secara alami akan meningkat selama berolahraga untuk memenuhi kebutuhan metabolisme. Menurutnya, sebagian besar pasien justru mengalami respons kardiovaskular yang positif terhadap kondisi tersebut.

Kolski mengatakan fenomena yang dikenal sebagai post-exercise hypotension atau hipotensi pascaolahraga sering terjadi setelah aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kondisi ini menyebabkan penurunan tekanan darah yang bermakna selama sekitar 30 menit hingga bahkan empat jam setelah berolahraga.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi