Rabu 08 Jul 2026 10:27 WIB

Fenomena Konjungsi Saturnus dan Bulan Terjadi Malam Ini, Bisa Dilihat Mata Telanjang

Konjungsi adalah peristiwa ketika dua benda langit tampak berada sangat berdekatan.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Fenomena bulan purnama biru (blue moon) terlihat di langit Jakarta, Ahad (31/5/2026). Fenomena konjungsi Saturnus dan bulan akan menghiasi langit pada Rabu (8/7/2026).
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Fenomena bulan purnama biru (blue moon) terlihat di langit Jakarta, Ahad (31/5/2026). Fenomena konjungsi Saturnus dan bulan akan menghiasi langit pada Rabu (8/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fenomena konjungsi Saturnus dan bulan akan menghiasi langit pada Rabu (8/7/2026). Peristiwa astronomi ini dapat disaksikan dengan mata telanjang selama kondisi cuaca cerah dan langit bebas dari tutupan awan.

Pakar geofisika dan meteorologi dari IPB University, Izatul Hafizah, mengatakan konjungsi merupakan fenomena alam yang dapat diprediksi secara ilmiah berdasarkan perhitungan astronomi. Peristiwa ini tidak memiliki hubungan dengan perubahan cuaca, aktivitas gempa bumi, maupun dampak langsung terhadap kehidupan manusia.

Baca Juga

Dalam astronomi, kata dia, konjungsi adalah peristiwa ketika dua benda langit tampak berada sangat berdekatan jika diamati dari bumi. Kedekatan tersebut hanyalah efek perspektif karena kedua benda memiliki bujur ekliptika yang hampir sama, bukan karena benar-benar saling mendekat di ruang angkasa.

"Walaupun terlihat berdekatan di langit, bulan dan Saturnus sebenarnya dipisahkan oleh jarak yang sangat besar. Bulan berada sekitar 384 ribu kilometer dari bumi, sedangkan Saturnus berjarak lebih dari satu miliar kilometer. Jadi, konjungsi hanya merupakan efek sudut pandang pengamat di bumi," kata Izatul dalam keterangan tertulis, dikutip pada Selasa (7/7/2026).

photo
Teleskop Luar Angkasa Webb milik NASA berhasil mengabadikan cincin yang mengelilingi Saturnus terlihat bersinar dengan indah. - (NASA)

 

Menurut Izatul, masyarakat tidak memerlukan teleskop untuk menikmati fenomena tersebut. Bulan akan tampak sebagai objek yang sangat terang, sementara Saturnus terlihat seperti titik cahaya berwarna kekuningan. Namun, penggunaan binokular atau teleskop akan memberikan pengalaman observasi yang lebih baik karena cincin Saturnus dapat terlihat lebih jelas.

photo
Fenomena strawberry moon atau bulan purnama stroberi terlihat di langit Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (30/6/2026).  - (ANTARA FOTO/Angga Palguna)

 

Fenomena konjungsi Saturnus dan bulan dapat diamati sejak sekitar pukul 23.40 WIB saat bulan mulai terbit, kemudian Saturnus menyusul sekitar pukul 23.45 WIB. Keduanya akan terlihat berdekatan sepanjang dini hari hingga menjelang matahari terbit sekitar pukul 05.52 WIB.

"Kapan waktu terbaik untuk mengamatinya? Yaitu setelah keduanya sudah cukup tinggi di langit, sekitar pukul 01.00 hingga 05.00 WIB. Jika ingin mengamatinya, cari lokasi dengan pandangan terbuka yang bebas tutupan awan," kata lzatul.

 

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi