Kamis 09 Jul 2026 14:08 WIB

COUNTDOWN by TEDxBandung 2026 Ajak Publik Hadapi Krisis Iklim Lewat Gagasan dan Aksi

COUNTDOWN by TEDxBandung 2026 melahikan kesadaran bahwa bumi bukan hanya ruang hidup.

TEDxBandung mengangkat isu krisis iklim dan masa depan berkelanjutan bukan sebagai percakapan yang hidup, relevan, dan dekat dengan keseharian masyarakat melalui format khusus COUNTDOWN.
Foto: istimewa
TEDxBandung mengangkat isu krisis iklim dan masa depan berkelanjutan bukan sebagai percakapan yang hidup, relevan, dan dekat dengan keseharian masyarakat melalui format khusus COUNTDOWN.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Lewat format khusus COUNTDOWN, TEDxBandung menghadirkan isu krisis iklim dan masa depan berkelanjutan sebagai percakapan yang membumi, relevan, dan lekat dengan kehidupan sehari-hari. COUNTDOWN by TEDxBandung 2026 lahir dari kesadaran bahwa bumi bukan sekadar ruang tempat manusia hidup, tetapi sebuah sistem kehidupan yang terus memberi sinyal dan mengingatkan akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Program utama dihadirkan melalui X-THEATER sebagai panggung utama tempat ide-ide ala TEDx disampaikan dalam menggagas ulang solusi iklim. Menghadirkan lima pembicara dari berbagai bidang keahlian, sesi ini mengajak peserta memahami isu krisis iklim dan keberlanjutan dari beragam sudut pandang.

Perjalanan ide dalam X-THEATER diawali dengan Farhan Helmy yang mengajak peserta melihat bahwa tantangan terbesar abad ke-21 bukanlah kurangnya solusi, melainkan bagaimana membangun solusi yang mampu memahami dan menjawab keterhubungan antar tantangan yang kita hadapi. Setelah penyampaian mengenai keterhubungan antar tantangan sehari-hari, dilanjut oleh Ramalis Sobandi yang mengangkat pentingnya tindakan kolektif dalam membangun ruang publik yang inklusif dan tangguh terhadap perubahan iklim.

Wastana Haikal kemudian memperkaya diskusi dengan perspektif tentang peran seni dan narasi visual dalam menumbuhkan kesadaran terhadap isu lingkungan. Selanjutnya, Sabrina Farah S. mengajak peserta melihat potensi solusi berbasis alam sebagai jawaban atas krisis air di wilayah perkotaan. Menutup rangkaian diskusi, pakar geografi dan toponimi T. Bachtiar mengajak audiens menelusuri sejarah geologi Cekungan Bandung, memahami potensi ancaman gempa bumi, serta pentingnya langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risikonya.

Pantomim Refleksi Hubungan Manusia dan Alam

Selain melalui pembicaraan di atas panggung, COUNTDOWN by TEDxBandung 2026 menghadirkan penampilan Wanggi Hoed melalui seni pantomim. Pertunjukkan ini mengajak peserta merefleksikan hubungan manusia dan alam. Sementara itu, X–AMBASSADOR Gadis Prameswari A. dan Nurensa turut membawa pengalaman serta aspirasi mereka terhadap isu perubahan iklim.

Sebagai wajah utama, keduanya membantu memandu jalannya acara sekaligus menjadi bagian dari upaya menyebarluaskan gagasan dan mengajak lebih banyak orang terlibat dalam percakapan topik ini.

Hadirnya DISCOVERY SESSIONS sebagai Off Stage Program memperkaya pengalaman peserta di luar sesi utama melalui berbagai aktivitas interaktif bersama Mitra TEDxBandung. Mulai dari eksplorasi astronomi, refleksi lingkungan, diskusi ruang publik, kuis iklim, hingga kreasi pangan berkelanjutan, program ini mengajak peerta untuk belajar, berdiskusi, dan mengambil bagian dalam aksi nyata menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. 

Tak hanya pikiran yang diajak terlibat, tubuh pun turut dijamu. Seluruh hidangan mulai dari makanan berat, camilan, hingga minuman tersedia dalam THE FOOD PROGRAM yang menghadirkan pilihan kuliner lokal hasil kurasi, bernuansa otentik sekaligus ramah lingkungan.

Terlepas dari kegiatan yang beragam, para peserta dapat membawa pulang cendera mata dengan pemberian X–GIFT. Sebagai upaya memberi cendera mata yang ramah lingkungan, COUNTDOWN by TEDxBandung 2026 memberi suatu karya dari hasil pendauran ulang limbah cangkang telur yang dialihfungsikan menjadi gantungan kunci. Selain itu, bersama Ladang Lima, COUNTDOWN by TEDxBandung menghadirkan camilan berbahan pangan lokal untuk dinikmati bersama.

Berita Lainnya

Rekomendasi