Selasa 07 Jul 2026 15:57 WIB

Saudi Luncurkan Package Visa, Pemesanan Paket Wisata Kini Terintegrasi dengan Visa

Peluncuran Package Visa jadi upaya Saudi sederhanakan akses wisatawan.

 Pemerintah Arab Saudi menargetkan lebih banyak turis kalangan kelas menengah atas dan kalangan berpenghasilan tinggi. Salah satunya melalui kunjungan ke destinasi wisata seperti Al Ula.
Foto: Republika/Indira Rezkisari
Pemerintah Arab Saudi menargetkan lebih banyak turis kalangan kelas menengah atas dan kalangan berpenghasilan tinggi. Salah satunya melalui kunjungan ke destinasi wisata seperti Al Ula.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Pemerintah Arab Saudi meluncurkan Package Visa, sebuah inisiatif digital yang mengintegrasikan penerbitan visa wisata dengan pemesanan paket perjalanan. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah wisatawan internasional dalam merencanakan perjalanan ke Kerajaan Saudi.

Program tersebut diluncurkan oleh Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian Pariwisata Arab Saudi. Pada tahap awal, layanan tersedia melalui penyedia jasa perjalanan dan pariwisata yang telah memenuhi kualifikasi di sejumlah pasar internasional terpilih, sebelum diterapkan secara lebih luas.

Baca Juga

Peluncuran Package Visa merupakan bagian dari strategi Saudi untuk menyederhanakan akses wisatawan asing. Sebelumnya, pemerintah telah menghadirkan sejumlah kemudahan, seperti tourist e-Visa, Visa on Arrival, dan Stopover Transit Visa.

Berbagai kebijakan tersebut turut mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Saudi. Sepanjang 2025, negara itu mencatat lebih dari 29 juta kunjungan wisatawan mancanegara.

Menteri Pariwisata Arab Saudi Ahmed Al Khateeb mengatakan, pemerintah ingin memastikan pengalaman wisatawan dimulai sejak proses perencanaan perjalanan.

"Kami ingin setiap perjalanan ke Saudi dimulai dengan pengalaman yang mudah, nyaman, dan tanpa hambatan. Package Visa merupakan langkah transformasional yang mengintegrasikan penerbitan visa dengan pemesanan paket perjalanan sehingga wisatawan dapat menikmati proses yang lebih sederhana dan terhubung sejak awal," kata Ahmed Al Khateeb, dikutip dari siaran pers, Selasa (7/7/2026).

 

Berita Lainnya

Rekomendasi