REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjaga kulit tetap sehat dan berkilau alami menjadi impian hampir setiap orang. Sayangnya, urusan merawat wajah sekarang sering kali justru bikin pusing.
Di media sosial, kita setiap hari dibombardir oleh berbagai tren kecantikan yang berubah begitu cepat, lengkap dengan ulasan produk yang diklaim "viral" dan menjanjikan hasil instan. Alhasil, tidak sedikit dari kita yang akhirnya terjebak membeli produk secara impulsif.
Kita asal coba-coba tanpa benar-benar tahu apa yang sebenarnya sedang dibutuhkan oleh kulit sendiri. Bukannya mendapatkan kulit impian, kebiasaan ikut-ikutan tren ini justru kerap memicu masalah baru akibat formula produk yang tidak cocok.
Melihat keresahan tersebut, ERHA Skincare Group yang telah mengakar selama lebih dari dua dekade sebagai salah satu pionir industri dermabeauty berbasis riset dan dermatologi di Indonesia, menghadirkan sebuah langkah adaptif. ERHA meluncurkan Skin AIdentify, sebuah teknologi analisis kulit generasi baru berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Inovasi ini dirancang bukan sekadar untuk menjadi pelengkap tren digital semata, melainkan sebagai asisten pintar yang memandu rutinitas perawatan kulit masyarakat agar menjadi lebih personal, objektif, dan terarah. Lewat pemanfaatan kecerdasan buatan, konsumen diajak untuk beralih dari sekadar menebak-nebak kondisi wajah menjadi lebih berbasis data yang akurat.
Teknologi ini membedakan dirinya dari alat pemindai kulit konvensional yang marak beredar di pasaran. Keunggulan utamanya terletak pada integrasi sistem yang menyeluruh. “Skin AIdentify berbeda dari skin analysis atau skin scanning yang sudah ada di pasaran saat ini,” ujar Direktur Brand & Marketing ERHA Skincare Group Afril Wibisono dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Senin (6/7/2026).
Menurut dia, alat ini merupakan entry point ke ekosistem dermatologi yang sudah ada di ERHA Skincare, meliputi teledermatologi, klinik ERHA, dan apoteker. "Pendekatan end-to-end ini memungkinkan pengguna mendapatkan gambaran kondisi kulit dengan lebih baik, berkonsultasi dengan ahli dermatologi secara lebih cepat, dan memperoleh rekomendasi produk maupun perawatan yang lebih sesuai dengan kebutuhannya,” ujarnya.