Senin 17 Aug 2026 06:28 WIB

WhatsApp Uji Coba Fitur Scam Alert Untuk Deteksi Pesan Penipuan

Fitur ini melengkapi enkripsi end-to-end sekaligus mengenali penipuan.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Friska Yolandha
Pengguna membuka aplikasi Whatsapp (ilustrasi). WhatsApp mengumumkan fitur keamanan baru bernama Scam Alert, yang dirancang untuk membantu pengguna mengenali pesan penipuan atau scam.
Foto: Dok Freepik
Pengguna membuka aplikasi Whatsapp (ilustrasi). WhatsApp mengumumkan fitur keamanan baru bernama Scam Alert, yang dirancang untuk membantu pengguna mengenali pesan penipuan atau scam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- WhatsApp mengumumkan fitur keamanan baru bernama Scam Alert, yang dirancang untuk membantu pengguna mengenali pesan penipuan atau scam. Fitur ini menggunakan model machine learning yang berjalan langsung di perangkat pengguna.

"Fitur ini melengkapi enkripsi end-to-end sekaligus mengenali penipuan. Fitur ini bersifat opsional dan baru bekerja setelah pengguna mengaktifkannya," demikian kata perusahaan induk WhatsApp, Meta, dalam pernyataan dilansir Forbes, Ahad (16/8/2026).

Baca Juga

Setelah diaktifkan, model machine learning akan diunduh ke perangkat pengguna. Model tersebut kemudian menjalankan proses inferensi untuk mengklasifikasikan apakah pesan masuk dari pengguna yang bukan kontak memiliki pola yang sesuai dengan modus penipuan yang telah dikenal.

Meta menyebut model tersebut berukuran cukup kecil dan relatif sederhana sehingga dapat berjalan langsung di perangkat tanpa membutuhkan komponen di sisi server.

"Tak ada isi pesan yang meninggalkan perangkat untuk klasifikasi atau secara otomatis dilaporkan kepada WhatsApp, Meta, atau pihak lain," kata tim teknis Meta dalam pengumumannya.

Model Al pada Scam Alert dilatih menggunakan pola penipuan yang sebelumnya dilaporkan pengguna kepada WhatsApp. Klasifikasi dilakukan secara probabilistik dengan mempertimbangkan struktur percakapan dan sinyal linguistik.

Artinya, sistem berusaha melihat pola komunikasi yang menyerupai modus penipuan yang telah diketahui, bukan sekadar bergantung pada satu kata atau frasa tertentu.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi