Senin 18 May 2026 20:44 WIB

Penonton Teriak 'Viva Palestina' di Konser, Ini Kata Harry Style

Momen ini dianggap sebagian penggemar sebagai salah satu pernyataan politik Styles.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Penyanyi-penulis lagu dan aktor Inggris Harry Styles. menjadi sorotan setelah menanggapi teriakan seorang penggemar yang mengucapkan slogan Viva Palestina dalam konser pembukaan turnya di Amsterdam, Sabtu (16/5/2026).
Foto: Dok. EPA/CHRIS TORRES
Penyanyi-penulis lagu dan aktor Inggris Harry Styles. menjadi sorotan setelah menanggapi teriakan seorang penggemar yang mengucapkan slogan Viva Palestina dalam konser pembukaan turnya di Amsterdam, Sabtu (16/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musisi Harry Styles menjadi sorotan setelah menanggapi teriakan seorang penggemar yang mengucapkan slogan "Viva Palestina" dalam konser pembukaan turnya di Amsterdam, Sabtu (16/5/2026). Dalam video yang beredar luas di media sosial, mantan anggota One Direction itu terlihat sedang menyesuaikan earphone-nya di atas panggung. Ketika seorang penonton berteriak "Viva! Viva Palestina", Harry tampak mendukungnya sambil mengatakan, "Benar".

Momen singkat tersebut dianggap sebagian penggemar sebagai salah satu pernyataan politik Styles yang jarang terjadi. Sejumlah penggemar juga menyoroti di kolom komentar bahwa salah satu mitra amal dalam tur tersebut adalah Choose Love, yang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyalurkan bantuan ke Palestina, termasuk bantuan medis, makanan, dan kebutuhan penyelamatan nyawa di tengah krisis kemanusiaan.

Baca Juga

Konser tersebut digelar di Johan Cruijff Arena sebagai pembuka rangkaian tur global "Together, Together" setelah sebelumnya ia melakukan pratinjau tur lewat konser spesial satu kali di Manchester pada Maret. Pada malam pembukaan di Amsterdam itu, ia membawakan berbagai lagu dari album terbarunya berjudul Kiss All the Time. Disco, Occasionally.

Bukan hanya di konser Harry Style, isu Palestina kembali menjadi sorotan global setelah Kontes Lagu Eurovision 2026 mengizinkan Israel untuk berpatisipasi. Sebagai bentuk protes, sejumlah negara termasuk Irlandia, Belanda, Slovenia, Islandia, dan Spanyol memboikot ajang tersebut.

photo
Para aktivis memprotes dengan spanduk bertuliskan Tidak ada musik untuk eksekusi. Tidak ada gemerlap di atas pertumpahan darah menentang Kontes Lagu Eurovision (ESC) ke-70 di Wina, Austria, 12 Mei 2026. Aktivis dari Platform Solidaritas Palestina Austria meletakkan peti mati simbolis selama protes, dengan kelompok tersebut mengkritik partisipasi Israel dalam acara tersebut. EPA/HANNIBAL HANSCHKE - (Dok. EPA/HANNIBAL HANSCHKE)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement