REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aktor Spanyol Javier Bardem kembali menegaskan dukungannya terhadap Palestina di panggung internasional. Dalam berbagai kesempatan, ia secara terbuka menyerukan diakhirinya perang dan pembebasan Palestina, meski berisiko terhadap kariernya di industri film Hollywood.
Dalam ajang Academy Awards terbaru, Bardem menyampaikan pesan singkat namun tegas, “No to war, and free Palestine.” Pernyataan tersebut justru disambut tepuk tangan meriah, berbeda dari kekhawatirannya akan mendapat penolakan.
Sikap vokal ini bukan kali pertama. Sebelumnya, ia juga mengenakan keffiyeh dalam ajang Emmy Awards sebagai simbol solidaritas terhadap Palestina. Bahkan, Bardem menyatakan enggan bekerja dengan pihak yang membenarkan atau mendukung tindakan kekerasan di Gaza.
Menurut Bardem, dilansir dari Variety, Rabu (6/5/2026), menyuarakan ketidakadilan adalah hal yang wajar, terutama ketika memiliki ruang publik untuk berbicara. Ia menilai diam justru bukan pilihan. “Saya memiliki kesempatan untuk menyampaikan suara. Jadi mengapa tidak?” ujarnya.
Meski demikian, ia tetap mengakui bahwa konflik tersebut kompleks. Bardem menyebut serangan yang terjadi pada 7 Oktober sebagai tindakan kejahatan, namun ia juga mengkritik respons militer Israel yang berlangsung berkepanjangan.
Keberanian Bardem menyuarakan dukungan terhadap Palestina dinilai cukup berisiko, mengingat industri hiburan global cenderung sensitif terhadap isu politik. Sejumlah tokoh bahkan disebut menghadapi konsekuensi profesional akibat sikap serupa.
Bardem sendiri mengaku pernah kehilangan peluang kerja karena pandangannya. Namun, ia tidak mempermasalahkan hal tersebut dan menilai ada pula pihak yang justru memberikan dukungan.
“Jika ada yang memasukkan Anda dalam daftar hitam, mungkin itu terjadi. Tapi ada juga orang-orang baru yang justru menghubungi saya untuk bekerja sama,” katanya.
Sikap konsisten Bardem menjadikan isu kemanusiaan, termasuk Palestina, sebagai bagian penting dari identitas publiknya. Ia berharap semakin banyak pihak berani bersuara terhadap ketidakadilan yang terjadi di berbagai belahan dunia.