Sabtu 09 May 2026 07:03 WIB

Libur Sekolah Mau Naik Kapal Pesiar? Simak Tips Cegah Hantavirus dari IDAI

Gejala hantavirus bisa muncul hingga 6-8 pekan setelah seseorang terpapar sumber.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Tiga penumpang meninggal akibat hantavirus dalam kapal MV Hondius, yang tengah berlayar dari Ushuaia, Argentina selatan, menuju Cape Verde di lepas pantai Afrika Barat.
Foto: EPA
Tiga penumpang meninggal akibat hantavirus dalam kapal MV Hondius, yang tengah berlayar dari Ushuaia, Argentina selatan, menuju Cape Verde di lepas pantai Afrika Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang libur sekolah, mungkin ada sebagian orang tua yang hendak membawa ananya berwisata ke kapal pesiar. Namun setelah kasus hantavirus mewabah di kapal pesiar MV Hondius, banyak yang mulai khawatir soal risiko penularan penyakit selama perjalanan.

Lantas bagaimana cara mencegah paparan virus selama di kapal pesiar? Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof Dr Dominicus Husada mengatakan kunci utama pencegahan tetap terletak pada menjaga kebersihan diri dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Baca Juga

"Tidak ada keraguan-keraguan, dalam kondisi apa pun, terhadap penyakit apa pun, sebagian besar PHBS sudah efektif untuk mencegah. Minimal menurunkan risiko," kata Guru Besar bidang ilmu PD3I Universitas Airlangga tersebut dalam diskusi virtual IDAl pada Jumat (8/5/2026).

la menjelaskan, langkah sederhana seperti rajin mencuci tangan dan menjaga kebersihan saat berada di tempat umum tetap menjadi perlindungan utama dari berbagai penyakit menular, termasuk hantavirus. Meski penting, namun menurut Prof Dominicus medical check up (MCU) rutin belum tentu mampu mendeteksi penyakit langka seperti hantavirus. Hal tersebut karena pemeriksaan MCU umumnya tidak difokuskan untuk mencari infeksi semacam itu.

photo
Staf medis berjaga di dekat ambulans di bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda, Kamis (7/5/2026). Pesawat evakuasi medis kedua yang membawa seorang pasien sakit dari kapal pesiar MV Hondius sedang dalam perjalanan ke Belanda. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tiga pasien yang diduga terinfeksi hantavirus telah dievakuasi dari kapal pesiar Belanda MV Hondius, yang berlabuh di lepas pantai Tanjung Verde, dan sedang dalam perjalanan untuk menerima perawatan medis di Belanda dalam koordinasi dengan WHO. - (EPA/MICHEL VAN BERGEN)

"MCU pun tidak bisa mendeteksi yang jarang-jarang seperti ini, karena bukan fokusnya. Jadi pasti tidak akan tercover di MCU," kata dia.

la menambahkan, hantavirus juga memiliki masa inkubasi yang cukup panjang. Gejala penyakit bisa muncul hingga enam sampai delapan pekan setelah seseorang terpapar sumber virus. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada saat bepergian, terutama ke tempat dengan mobilitas tinggi dan kerumunan besar seperti kapal pesiar.

"Hantavirus itu gejalanya bisa muncul sampai 6-8 pekan dari awal kontak dengan sumber virus. Berarti lama banget, Salah satu yang paling lama yang saya tahu," kata dia.

Prof Dominicus juga menyarankan masyarakat menerapkan kebiasaan yang sempat dilakukan selama pandemi Covid-19, seperti menjaga jarak sosial bila memungkinkan, memakai masker, dan rutin mencuci tangan. "Kalau misal mau wisata mungkin bisa dipakai maskernya, jangan lupa cuci tangan, intinya tetap menjaga kebersihan," kata dia.

la menambahkan, masyarakat juga perlu menyadari bahwa risiko munculnya penyakit menular baru akan semakin sering terjadi seiring tingginya mobilitas global.

"Hal-hal seperti ini akan semakin sering kita hadapi, karena dunia ini adalah kampung yang besar. Dan kita tidak boleh lengah," ujar Prof Dominicus

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement