REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter sekaligus ahli gizi masyarakat, dr Tan Shot Yen, menanggapi aturan label gizi berupa Nutri Level pada pangan siap saji terutama minuman berpemanis. la menilai, pencantuman Nutri Level dapat meningkatkan kesadaran konsumen terhadap kandungan nutrisi dalam produk yang mereka beli.
"Ya, bisa jadi lebih baik untuk meningkatkan kesadaran konsumen," kata dr Tan saat dihubungi Republika, Rabu (22/4/2026).
Namun demikian, dr Tan menegaskan efektivitas pencantuman Nutri Level tidak akan maksimal jika hanya berhenti pada pelabelan semata. Menurutnya, masyarakat awam memang dapat terbantu dalam mengenali produk yang lebih sehat, tetapi hal itu perlu didukung oleh edukasi yang berkelanjutan.
"Bisa, jika edukasi tidak berhenti di labelling saja. Berbagai upaya tentu perlu, termasuk membatasi iklan-iklan produk pangan ultra proses (UPF)," kata dia.
la juga menyoroti keterbatasan kebijakan Nutri Level yang saat ini baru menyasar pelaku usaha besar. Sementara itu, pelaku usaha kecil seperti pedagang kaki lima, warteg, dan gerobakan belum terikat aturan tersebut.
Karenanya, dr Tan kembali menekankan pentingnya edukasi publik mengenai gizi seimbang. Menurut dia, masyarakat perlu dibekali pemahaman agar tetap dapat mengontrol asupan gula, garam dan lemah (GGL) meskipun membeli makanan di kaki lima atau pun restoran kecil.
"Sekali lagi, edukasi. Makanya iklan layanan masyarakat itu perlu, bukan iklan produk," ujar dr Tan.