Rabu 22 Apr 2026 18:42 WIB

BPOM Dukung Pembatasan GGL Lewat Nutri Level

Nutri Level menunjukkan level pangan olahan berdasarkan kandungan GGL.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Qommarria Rostanti
Ilustrasi Minuman Kemasan Manis. BPOM mendukung pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) lewat pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL). Hal ini dapat dilakukan dengan kebijakan baru pencantuman Nutri Level yang diharapkan meningkatkan kesadaran produk sehat.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ilustrasi Minuman Kemasan Manis. BPOM mendukung pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) lewat pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL). Hal ini dapat dilakukan dengan kebijakan baru pencantuman Nutri Level yang diharapkan meningkatkan kesadaran produk sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BPOM mendukung pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) lewat pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL). Hal ini dapat dilakukan dengan kebijakan baru pencantuman Nutri Level yang diharapkan meningkatkan kesadaran produk sehat. 

Baca Juga

 

Dukungan itu dilakukan setelah Kepala BPOM Taruna Ikrar baru saja menandatangani Rancangan Revisi Peraturan BPOM tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan. Rancangan revisi peraturan itu menambahkan ketentuan mengenai pencantuman Nutri Level pada pelabelan gizi bagian depan kemasan.

 

"Nutri Level adalah sistem pelabelan gizi yang akan diterapkan di Indonesia untuk membantu masyarakat memilih produk pangan yang lebih sehat," kata Taruna dikutip pada Rabu (22/4/2026).

 

Taruna menjelaskan Nutri Level menunjukkan level pangan olahan berdasarkan kandungan GGL. Pencantuman Nutri Level ditandai dengan huruf A sampai D, diikuti indikator warna yang menunjukkan tingkatan kandungan GGL, yaitu A (warna hijau tua yakni kandungan GGL lebih rendah), B (warna hijau muda, kandungan GGL rendah), C (warna kuning perlu dikonsumsi dengan bijak), dan D (warna merah perlu dibatasi sesuai kebutuhan atau kondisi kesehatan).

 

”Dengan pelabelan Nutri Level diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih produk yang lebih sehat,” ujar Taruna. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement