REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi jutaan masyarakat Indonesia, perjalanan pulang ke kampung halaman adalah tradisi yang penuh kebahagiaan. Namun, bagi mereka yang memiliki gangguan irama jantung atau aritmia, perjalanan jauh bisa menjadi tantangan fisik yang cukup berat.
Kelelahan, stres di jalan, hingga perubahan pola makan dapat memicu gangguan detak jantung yang tidak teratur. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan aritmia dari Heartology Cardiovascular Hospital, Dicky Armein Hanafy, membagikan sejumlah tips krusial agar pasien aritmia tetap bisa menikmati momen Lebaran dengan aman dan nyaman.
"Mudik Lebaran sering kali identik dengan perjalanan panjang, kelelahan, dan perubahan pola aktivitas. Bagi sebagian orang, kondisi ini mungkin tidak menjadi masalah. Namun bagi pasien dengan gangguan irama jantung atau aritmia, perjalanan jauh perlu direncanakan dengan lebih matang agar tetap aman," kata Dicky di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Dia mengatakan pasien dengan aritmia sebenarnya tetap dapat bepergian, termasuk melakukan perjalanan jauh, selama kondisi jantungnya stabil dan terkontrol. Faktor seperti kelelahan, dehidrasi, stres perjalanan, atau terlambat minum obat dapat memicu keluhan seperti jantung berdebar atau pusing.
Oleh karena itu, dia menyebutkan sejumlah hal yang perlu diperhatikan sebelum berpergian bagi orang dengan kondisi tersebut:
1. Pastikan kondisi jantung stabil sebelum berangkat
Sebelum melakukan perjalanan jauh, katanya, pasien aritmia disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Evaluasi ini penting untuk memastikan kondisi jantung stabil serta memastikan terapi dan obat yang dikonsumsi sudah optimal.