REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi sebagian besar orang, roti adalah stok makanan yang paling praktis, dibiarkan begitu saja di meja makan atau mungkin dimasukkan ke kulkas agar tidak cepat berjamur. Namun, sebuah fakta ilmiah yang menarik justru menyarankan kita untuk melakukan hal sebaliknya.
Menyimpan roti di dalam freezer disebut bukan sekadar cara memperpanjang umur simpan, melainkan kunci untuk mendapatkan manfaat kesehatan tak terduga bagi pencernaan dan kadar gula darah. Rahasia di balik fenomena ini terletak pada sebuah proses kimia alami yang disebut retrogradasi.
Saat roti dibekukan, molekul pati di dalamnya mengalami perubahan struktur. Ahli diet terdaftar, mengatakan suhu dingin menyebabkan molekul pati menyusun kembali diri mereka menjadi struktur kristal baru.
"Selama retrogradasi, beberapa molekul pati membentuk struktur yang lebih sulit dicerna dan diserap oleh tubuh, yang kemudian kita kenal sebagai 'pati resisten'," ujar Zenker.
Manfaat utama dari pati resisten ini sangat terasa pada manajemen gula darah. Karena tidak langsung diserap ke dalam aliran darah, pati ini memiliki efek minimal terhadap lonjakan glukosa. Hal ini menjadi kabar baik bagi mereka yang memiliki resistensi insulin atau diabetes tipe 2. Zenker menyebut pati resisten memperlambat penyerapan karbohidrat lain ke dalam darah sehingga energi tetap stabil sepanjang hari dan membantu mencegah rasa lapar yang datang tiba-tiba.
Menariknya, sebuah studi tahun 2008 menemukan bahwa roti putih yang dibekukan, dicairkan, lalu dipanggang kembali, dapat menurunkan respons glikemik hingga 39 persen dibandingkan roti segar. Siklus panas-dingin-panas ini seolah menjadi "booster" bagi pembentukan pati resisten.