Rabu 21 Jan 2026 22:46 WIB

Belajar dari David Beckham: Menghadapi Kritik Anak dengan Kepala Dingin

Psikoterapis menyarankan agar keluarga Beckham mengambil waktu untuk berefleksi.

David Beckham dan putra sulungnya, Brooklyn. David Beckham memilih pendekatan yang lebih tenang namun sarat makna ketika menghadapi curhatan Brooklyn.
Foto: EPA
David Beckham dan putra sulungnya, Brooklyn. David Beckham memilih pendekatan yang lebih tenang namun sarat makna ketika menghadapi curhatan Brooklyn.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Drama di balik kemewahan "Brand Beckham" menjadi sorotan publik. David Beckham, mantan kapten timnas Inggris, akhirnya buka suara menanggapi kritik pedas yang dilontarkan putra sulungnya, Brooklyn Beckham, di media sosial.

Berbicara dalam program Squawk Box di CNBC pada Rabu (21/1/2026), David mencoba menyikapi situasi panas tersebut dengan kepala dingin, setelah Brooklyn secara terbuka menuduh orang tuanya lebih mementingkan citra publik dan mencoba mengendalikan hidupnya. Ketegangan ini mencapai puncaknya ketika Brooklyn (26) mengunggah pernyataan emosional pada Senin malam, menuduh orang tuanya lebih mementingkan citra publik daripada keluarga, serta mengeklaim bahwa dirinya telah "dikendalikan" hampir sepanjang hidupnya.

Baca Juga

Menanggapi hal itu, David Beckham memilih pendekatan yang lebih tenang namun sarat makna. "Saya selalu berbicara tentang kekuatan media sosial, untuk kebaikan dan keburukan. Apa yang bisa diakses anak-anak saat ini bisa berbahaya," ujar David dikutip dari CNA Lifestyle pada Rabu (21/1/2026).

Alih-alih membalas dengan amarah, ia menekankan sisi edukasi bagi anak-anaknya. "Mereka melakukan kesalahan, tetapi anak-anak diperbolehkan melakukan kesalahan. Begitulah cara mereka belajar. Terkadang Anda harus membiarkan mereka melakukan kesalahan itu juga," ujarnya.

Namun, di balik sikap tenang David, curhatan Brooklyn dinilai menyiratkan luka yang sangat dalam dan kompleks. Ia menuduh ibunya, Victoria Beckham, telah "membajak" momen dansa pertama di pernikahannya tahun 2022 dan mengeklaim bahwa istrinya, Nicola Peltz, secara konsisten tidak dihormati oleh keluarganya.

"Saya tidak ingin berdamai dengan keluarga saya. Saya tidak dikendalikan, saya membela diri untuk pertama kalinya dalam hidup saya," tulis Brooklyn.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement