REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi sebagian besar orang tua di Jakarta, melihat suhu tubuh anak merangkak naik saat sedang batuk dan pilek sering kali memicu kepanikan instan. Langkah refleks yang biasanya diambil adalah segera merogoh kotak obat dan memberikan parasetamol dengan harapan demam segera turun. Namun, tahukah bahwa demam sebenarnya bukanlah musuh yang harus segera "dibasmi"?
Dokter spesialis anak dari RSUD Pasar Rebo, dr Arifianto, Sp.A, Subsp.Neuro(K), memberikan perspektif penting yang mungkin akan mengubah kebiasaan para ibu dan ayah dalam menangani anak sakit. Dia mengingatkan tidak semua kondisi demam pada anak memerlukan intervensi obat pereda panas secara cepat. Menurutnya, tubuh anak justru sedang bekerja melawan infeksi saat suhu tubuhnya meningkat.
Dia menyebut bila anak demam 40 derajat tapi masih jalan-jalan, sebenarnya tidak perlu buru-buru diberikan parasetamol. Demam merupakan respons tubuh ketika virus masuk dan saat suhu tubuh naik, sebenarnya virus baik itu virus influenza, virus-virus penyebab "common cold" (selesma/pilek biasa) dibuat tidak berkutik.
"Jadi demam itu tujuannya satu, yakni ingin agar sistem imun bekerja optimal dan mencegah virus untuk berkembangbiak," kata dia pada Rabu (21/1/2026).
Karena itu tidak semua demam harus segera diberikan paracetamol. "Sambil diawasi, badannya dehidrasi, sesak napas," ujar Arifianto.
View this post on Instagram