Rabu 02 Apr 2025 11:44 WIB

Hindari Memanaskan Hidangan Lebaran Berkali-kali, Ini Dampaknya Bagi Kesehatan

Memanaskan hidangan Lebaran berulang kali dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Rep: Antara/ Red: Qommarria Rostanti
Ketupat dan opor ayam. Proses pemanasan berulang-ulang dapat menyebabkan penurunan nilai gizi dan makanan.
Foto: dok Republika
Ketupat dan opor ayam. Proses pemanasan berulang-ulang dapat menyebabkan penurunan nilai gizi dan makanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Momen Lebaran kerap menyisakan hidangan lezat dalam jumlah besar. Namun, penting untuk diingat bahwa memanaskan hidangan Lebaran berulang kali dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Proses ini dapat mengurangi nilai gizi makanan, terutama pada sayuran, dan mengubah lemak dalam masakan bersantan menjadi zat berbahaya bagi tubuh. Selain itu, pemanasan berulang juga meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

Baca Juga

Oleh karena itu, disarankan untuk menghabiskan hidangan Lebaran dalam satu atau dua kali pemanasan saja. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dr Faisal Parlindungan Sp Pd mengatakan proses pemanasan berulang-ulang dapat menyebabkan penurunan nilai gizi dan makanan. Dia menyebut produk sayur-sayuran dan makanan berlemak seperti santan yang dipanaskan berulang bisa berubah menjadi zat berbahaya bagi tubuh.

Dia juga menyarankan masyarakat memperhatikan asupan makanan saat libur Lebaran, termasuk menerapkan diet seimbang agar nilai gizi bagi tubuh tetap terpenuhi. “Saat Lebaran menu hidangan menjadi idaman bagi setiap orang. Namun terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian agar nilai gizi maupun diet seimbang dapat terpenuhi selama lebaran,” ujar dokter Faisal di Jakarta, Rabu (2/4/2025).

Menghidangkan makanan sesuai porsi gizi seimbang juga sebaiknya lakukan, hal ini dapat dilakukan dengan pedoman “Isi Piringku” yang telah disusun oleh Kementerian Kesehatan. Pedoman ini memiliki tujuan untuk mengampanyekan konsumsi makanan sehat dan seimbang.

Dia juga mengingatkan untuk mengonsumsi makanan berserat terlebih dahulu seperti buah dan sayur, hal ini untuk mencegah lonjakan gula darah. Selain itu, aktif berolahraga juga sebaiknya diterapkan selama libur Lebaran seperti jalan santai atau olahraga ringan lainnya minimal 30 menit sedari.

Lebaran yang juga identik dengan camilan manis seperti kue, camilan yang digoreng sebaiknya dibatasi atau dikurangi dan lebih memilih camilan yang lebih sehat. “Konsumsi camilan yang lebih sehat, berupa camilan rendah gula dan tepung maupun tinggi kacang-kacangan atau buah,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement