Senin 10 Jun 2024 09:49 WIB

Riding di Alpen: 4 hari, 6 Negara, Lusinan Terowongan, dan 2.028 KM Pemandangan Ciamik

Italia secara umum diakui banyak orang sebagai tujuan motorcycle touring paling yahud

Biker Indonesia Barry Manembu berada di Trafoi Italia saat touring motor melintasi enam negara Eropa bersama istrinya Ivone.
Foto: dokpri
Biker Indonesia Barry Manembu berada di Trafoi Italia saat touring motor melintasi enam negara Eropa bersama istrinya Ivone.

Oleh: Barry Manembu, Anggota Ikatan Motor Besar Indonesia, USA dan Harley Davidson Club Indonesia, USA

REPUBLIKA.CO.ID, Kalau Anda biker sejati, pasti ada destinasi-destinasi tertentu di muka bumi ini yang ingin Anda jelajahi dengan sepeda motor, paling tidak sekali dalam hidup. Di Amerika Serikat (AS), ada Route 66 yang disebut juga “Mother of All Roads”, terbentang dari Chicago, Illinois melewati sejumlah negara bagian dan finis di Santa Monica, California sejauh 2.448 miles atau hampir 4.000 km.

Baca Juga

Di Colorado, tempat saya tinggal, ada “Million Dollar Highway” dari Silverton menuju Ouray. Nah, di Eropa, situs yang selalu menjadi bucket list para biker adalah Pegunungan Alpen (Alps), khususnya di kawasan Lombardy yang berbatasan dengan Swiss.

Italia secara umum memang diakui banyak orang sebagai tujuan motorcycle touring paling yahud di Eropa. Deretan puncak pas, jalan-jalan tepi pantai spektakuler, rute-rute single track yang berliku, terowongan-terowongan menakjubkan, danau-danau glacier berwarna turquoise, kulinari lezat, sejarah kuno, dan warga yang bersahabat. Sulit ditandingi.

Namun terus terang, yang menjadi daya pikat utama bagi saya, selain hal-hal di atas, adalah kesempatan untuk melintasi beberapa negara sekaligus dalam waktu yang singkat. Memang itulah pengalaman tak terlupakan bagi saya dan istri.

Bayangkan: sarapan di Jerman, makan siang di Liechtenstein, snack sore di Swiss, dan makan malam di Italia. Cuma dalam kisaran kurang dari 12 jam kami sudah motoran di empat negara. Asyik, kan? Sebagai perbandingan, di California, tempat saya dulu tinggal, Anda bisa berkendara di freeway dengan durasi lebih dari 6 jam, dengan kecepatan rata-rata 120 km per jam, tapi Anda masih saja belum meninggalkan California.

Secara total kami menjelajahi 6 enam negara dalam waktu 4 hari. Berikut ringkasan perjalanan kami.

Pesawat yang kami tumpangi mendarat di Frankfurt, Jerman, dan di kota itulah garis start kami. Motor sewaan saya adalah jenis adventure BMW R1300GS. Selaku flagship bagi BMW Motorrad alias BMW Motorcycle, motor seri GS adalah yang paling laris bagi pabrikan Jerman tersebut.

photo
BMW R1300GS - (Barry Manembu)

Saya sendiri baru pertama kali menunggangi motor BMW R1300GS. Kesan pertama langsung terkesima dengan kecanggihan teknologinya. Salah satunya adalah adaptive cruise control yang membuat motor ini layaknya mobil-mobil masa kini. Anda bisa mengatur kecepatan, motor lantas beradaptasi dengan menjaga jarak: pelan saat kendaran di depan pelan, dan kembali melaju saat kendaraan di depan tancap gas. Tak perlu lagi bermain gas.

Fitur lain yang saya suka adalah kopling setengah otomatis, di mana sesudah masuk gigi 1, Anda tak perlu lagi bermain kopling, langsung pindah gigi via kaki kiri. Keistimewaan lain adalah pemanas setang, dan pemanas tempat duduk. Apabila diaktifkan tak perlu kedinginan saat riding di tempat dingin.

BMW R1300GS ini juga stabil biarpun di kecepatan tinggi—di autobahn saya sempat coba tancap hingga 170 km/jam dan tak ada getaran yang terasa. Melewati jalan tak rata ataupun sedikit berlubang tak masalah karena suspensi-nya yang empuk. Masih banyak lagi fitur lain. Intinya ini motor memang didesain untuk segala medan.

Hari pertama: Rute A5, B500 (Frankfurt - Baden-Baden - Freudenstad, Jerman)

Jerman, negara yang terkenal dengan autobahn, jalan bebas hambatan di mana Anda bisa tancap gas hingga lebih dari 200 km per jam di titik-titik tertentu. Juga memiliki banyak scenic routes atau rute berkendara dengan pemandangan ciamik.

 

Salah satunya...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement