Rabu 17 Apr 2024 02:30 WIB

Spesialis Onkologi Bagikan Tips Sehat Bagi Pasien Jalani Radioterapi

Pasien terapi radioterapi disarankan konsumsi protein dan karbohidrat.

Pasien kanker. Ilustrasi
Foto: 1vitaplus.com
Pasien kanker. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Spesialis Onkologi Radiasi RS Persahabatan, Yuki Andrianto memberikan sejumlah tips agar tetap sehat bagi pasien yang menjalani radioterapi atau terapi radiasi.

Yuki menyarankan pasien kanker yang menjalani proses radioterapi agar mengonsumsi gizi seimbang, terutama protein dan karbohidrat untuk proses pemulihan. "Nah, kenapa protein? Karena untuk proses perbaikan selnya. Sedangkan karbohidrat untuk tenaga, karena pasien yang menjalani terapi radiasi kadang lemas akibat efek radiasinya," ujar Yuki di akun instagram resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta.

Baca Juga

Dia menjelaskan, salah satu efek samping radioterapi adalah terasa lemas. Hal ini, disebabkan oleh matinya sel-sel, termasuk sel yang normal, pada saat prosedur itu.

Selain makanan dengan gizi yang seimbang, pasien perlu mengurangi makanan yang dibakar-bakar, contohnya sate. Kemudian, yang berlemak atau merokok, juga jangan, alkohol apalagi. Kalau bisa setop.

Dia menyarankan untuk melakukan intermittent fasting, yaitu puasa selama beberapa waktu tertentu, yaitu delapan hingga 16 jam. Menurut penelitian, kata Yuki, puasa intermiten bagus untuk terapi.

Yuki mengatakan, pasien dapat menjalani kegiatan sehari-hari, termasuk olahraga. Namun, perlu dilihat kondisi kankernya terlebih dahulu sebelum melakukan jenis olahraga tertentu.

"Kita lihat dulu, apakah ringan, sedang, berat. Kita lihat, semua sudah dilakukan pengecekan, apakah ada penyebaran ke tulang atau tidak. Kalau misalnya aman, boleh lakukan olahraga. Tapi, kita lihat dulu, bertahap dari ringan, sedang ke berat," kata dia.

Dia mengingatkan pasien untuk memakai tabir surya atau sunscreen apabila di luar ruangan, payung, atau pakaian tertutup berbahan katun agar area tubuh yang dikenai sinar radioterapi tidak terkena paparan sinar matahari dan semakin kemerahan. "Ketika terpapar sinar matahari, berisiko luka bakar," ujarnya.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement