Kamis 04 Apr 2024 13:38 WIB

Inggris Khawatir Peredaran Narkoba 'Frankenstein' Bakal Picu Kematian Massal

Narkoba Frankenstein 500 kali lebih kuat daripada heroin.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda
Kecanduan narkoba (ilustrasi). Narkoba yang efeknya 500 kali lebih kuat daripada heroin beredar di Inggris.
Foto: www.freepik.com
Kecanduan narkoba (ilustrasi). Narkoba yang efeknya 500 kali lebih kuat daripada heroin beredar di Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Narkoba 'Frankenstein' yang mengandung nitazene dikhawatirkan memicu kasus kematian massal di Inggris. Opioid buatan manusia itu disebut 500 kali lebih kuat daripada heroin dan 40 kali lebih kuat dibandingkan fentanil, serta ada kemungkinan dicampur dengan narkoba dan obat-obatan lain.

Pengurus badan amal Church on the Street, Mick Fleming, mengatakan pihaknya mendapati peningkatan angka kematian yang sangat mungkin terkait dengan nitazene. Sudah ada delapan kematian terkait opioid yang ditemukan badan amalnya pada 2024.

Baca Juga

Menurut Fleming, biasanya hanya ada tiga kasus kematian setiap tahunnya. Masalahnya, kebanyakan orang bisa saja tidak menyadari bahwa mereka mengonsumsi zat berbahaya.

"Tidak ada seorang pun yang membeli sekantong nitazene, itu seperti membeli sekantong kematian," kata Fleming, dikutip dari laman The Sun, Kamis (4/4/2024).

Opioid itu sebagian besar dicampur dengan heroin oleh geng terorganisir untuk menghasilkan zat yang lebih kuat. Itulah sebabnya obat ini sering dijuluki obat "Frankenstein".

Nitazene kadang juga dicampur dengan kokain dan obat anticemas, seperti Xanax, yang dapat dibeli dengan mudah secara daring. Menurut Fleming, jika tidak segera dilakukan tindakan lebih lanjut, musim panas di Inggris kali ini akan menjadi "musim panas kematian".

Fleming mengatakan hal tersebut tidak main-main, sebuah peringatan serius bagi semua pengguna narkoba dan masyarakat umum. Dia menyerukan lebih banyak tempat menjual naloxone, yang dapat membalikkan efek opioid dan menyelamatkan nyawa seseorang yang mengalami overdosis.

"Naxolone harus tersedia di seluruh negeri, dengan masyarakat yang dilatih untuk menggunakannya di setiap daerah, di supermarket, apotek, toko-toko lokal, dan polisi juga dilatih untuk menggunakannya," tuturnya.

Setiap tahun, Inggris mengalami ribuan kasus overdosis fatal, meski belum pernah mengalami hal seperti epidemi opioid di Amerika Serikat yang telah menewaskan 645 ribu orang antara 1999-2021. Namun, kasus di Inggris sudah cukup mengkhawatirkan.

Badan Kejahatan Nasional (NCA) Britania Raya baru-baru ini melaporkan 101 kematian terkait nitazene di Inggris sejak awal musim panas. Setidaknya, 49 kasus lainnya menunggu pengujian lebih lanjut. Kasus kematian ditemukan di Britsol, Basildon, Coventry, West Midlands, serta Glasgow. Konsultan toksikologi klinis Mark Pucci berpendapat angka yang dilaporkan kemungkinan besar hanya "puncak gunung es".

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement