Sabtu 02 Mar 2024 17:15 WIB

Pasukan Israel Tembaki Warga Gaza yang Antre Bantuan, Ernest Prakasa: Sinting Betul

Israel menembaki warga yang sedang menunggu bantuan makanan di Gaza.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Reiny Dwinanda
Tangkapan layar yang diambil dari video dan dirilis oleh tentara Israel memperlihatkan warga Palestina berebut untuk mendapatkan bantuan disekitar truk pengangkut bantuan kemanusiaan di Gaza Utara, Kamis (29/2/2024).
Foto: IDF via Reuters
Tangkapan layar yang diambil dari video dan dirilis oleh tentara Israel memperlihatkan warga Palestina berebut untuk mendapatkan bantuan disekitar truk pengangkut bantuan kemanusiaan di Gaza Utara, Kamis (29/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komika sekaligus sutradara Ernest Prakasa tampaknya tak habis pikir dengan kelakuan tentara Israel terhadap warga Gaza, Palestina. Dalam salah satu unggahannya, produser film Agak Laen itu mengomentari tindakan keji pasukan Israel yang menembaki warga Gaza yang sedang berkerumun menanti datangnya bantuan makanan.

"Kok bisa-bisanya mereka ini ya. Sinting betul," tulis Ernest lewat akun X (dulunya Twitter) @ernestprakasa pada Jumat (1/3/2024).

Baca Juga

Komentar ini adalah respons Ernest terhadap unggahan berita  yang menyebutkan bahwa 112 warga Gaza meninggal dan 760 lainnya luka-luka saat mengantre bantuan makanan akibat penembakan brutal tentara Israel, Kamis (29/2/2024). Unggahan Ernest menjadi bahan diskusi pengikutnya di X.

Pemilik akun @xaaxix*** mengungkapkan perbuatan Israel tersebut sebagai tindakan yang luar biasa jahat sekali. Ada yang juga warganet yang  berpendapat bahwa ini adalah benar-benar genosida.

"Kalo masih ada yang bilang ini war sih keterlaluan, it’s totally genocide," tulis akun X @**tixx_

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan pasukan Israel menembaki orang-orang yang sedang menunggu bantuan di Kota Gaza. Juru bicara militer Israel mengatakan mereka tidak mengetahui adanya penembakan di lokasi tersebut.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf al-Qidra mengatakan insiden tersebut terjadi di bundaran al-Nabulsi di barat Kota Gaza. Qidra mengatakan Tim medis di Rumah Sakit al-Shifa kewalahan menghadapi jumlah dan keparahan luka dari puluhan orang yang terluka.

Jumlah korban meninggal di Jalur Gaza sejak meningkatnya konflik Hamas-Israel telah melampaui 30 ribu jiwa, dengan mayoritas dari mereka perempuan dan anak-anak, menurut Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Kamis (29/2/2024). Kementerian Kesehatan Palestina juga mengatakan bahwa 70.215 warga Palestina lainnya menderita luka-luka dalam periode yang sama.

Dalam 24 jam terakhir, militer Israel melakukan 11 aksi pembantaian di Jalur Gaza sehingga menyebabkan 96 orang gugur dan 172 lainnya luka-luka. Ada banyak orang yang masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan, sementara tim penyelamat tidak bisa menjangkau mereka, menurut kementerian tersebut.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement