Jumat 01 Mar 2024 16:44 WIB

Pertengkaran 'Sepele' yang Bisa Ganggu Hubungan Suami-Istri Menurut Pakar

Walau tampak sepele, pertengkaran kecil bisa menganggu hubungan suami dan istri.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti
Pertengkaran sepele yang sebaiknya dihindari pasangan suami istri (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Pertengkaran sepele yang sebaiknya dihindari pasangan suami istri (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam sebuah hubungan, ada kalanya pasangan suami-istri terlibat pertengkaran kecil meski mereka saling mencintai. Walaupun tampak sepele, pertengkaran-pertengkaran kecil yang tampak konyol juga bisa mengganggu atau bahkan membuat hubungan menjadi tidak sehat.

Menurut sejumlah ahli, setidaknya ada lima macam pertengkaran konyol yang bisa merusak hubungan antara suami dan istri. Berikut ini adalah kelima macam pertengkaran tersebut dan kiat mengatasinya, seperti dilansir Best Life pada Jumat (1/3/2024):

Baca Juga

1. Bertengkar karena tak diperkenalkan kepada orang lain

Tidak memperkenalkan pasangan kepada teman atau kolega ketika menghadiri suatu acara bisa memunculkan rasa tidak nyaman pada pasangan. Selain tidak nyaman, pasangan juga bisa merasa diasingkan, tidak dipedulikan, atau bahkan disembunyikan.

Kondisi ini tentu bisa memercikkan pertengkaran yang sebenarnya tidak perlu dan bisa dihindari. Agar tak terjebak dalam pertengkaran seperti itu, jangan lupa untuk memperkenalkan pasangan kepada teman, kolega, atau keluarga besar saat menghadiri suatu acara bersama-sama.

2. Bertengkar karena tak menonton satu episode serial televisi bersama-sama

Menonton suatu serial di platform streaming bersama-sama merupakan hal yang cukup umum dilakukan oleh pasangan untuk bersenang-senang. Ketika pasangan suami-istri memutuskan untuk mengikuti suatu serial bersama-sama, salah satu pihak sebaiknya tidak diam-diam menonton beberapa episode lebih banyak. Hal seperti ini, tentu bisa membuat pasangan merasa kesal karena merasa ditinggalkan.

Menurut konselor Jeff Guenther, pasangan sebaiknya berkomitmen untuk menikmati jalan cerita di tiap episode suatu serial secara bersama-sama, agar tidak bertengkar. Lagipula, menonton bersama bisa menjadi cara bonding yang dapat mempererat hubungan pasangan suami-istri.

3. Bertengkar karena terlalu perhitungan

Pekerjaan rumah merupakan salah satu urusan yang perlu dipikul bersama-sama oleh suami dan istri. Akan tetapi, bukan berarti setiap pekerjaan rumah harus dihitung dan dicatat secara berlebihan.

"Contohnya, Anda mencatat sudah membuang sampah empat kali dalam bulan ini sedangkan pasangan Anda baru sekali," ungkap konselor kesehatan mental Emily Marriott.

Mencatat skor mengenai seberapa banyak pekerjaan rumah yang sudah dilakukan hanya akan memupuk kebencian dan merusak hubungan di antara pasangan. Terlebih, pekerjaan rumah merupakan aktivitas yang sulit untuk bisa dibagi secara merata.

4. Bertengkar mengenai cara terbaik melakukan pekerjaan rumah

Setiap orang bisa memiliki metode yang berbeda dalam mengerjakan suatu pekerjaan rumah. Ada kalanya, seseorang merasa bahwa metode yang dia lakukan lebih baik dibandingkan metode yang dilakukan oleh pasangan.

"Hanya karena pasangan Anda melakukan suatu pekerjaan dengan cara yang berbeda, bukan berarti itu salah," ungkap psikoterapis Amy Morin.

Perdebatan mengenai metode terbaik untuk melakukan pekerjaan rumah mungkin hanya akan memercikkan pertengkaran kecil. Namun seiring waktu, pertengkaran seperti ini bisa berkembang menjadi lebih besar. Agar tak menghadapi situasi seperti ini, biarkan pasangan melakukan pekerjaan dengan cara mereka sendiri.

5. Bertengkar karena menyukai unggahan orang lain di media sosial

Menyukai suatu unggahan di media sosial terkadang bisa memunculkan pertengkaran di antara pasangan. Bila seseorang menyukai unggahan yang tidak pantas, maka hal tersebut memang tak bisa dibenarkan.

Akan tetapi, tak semua tanda suka yang diberikan oleh pasangan di media sosial harus dipermasalahkan. Bila pasangan menyukai unggahan biasa dan tidak bermuatan seksual, maka hal tersebut tidak perlu diperbesar menjadi sebuah pertengkaran.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement