Senin 26 Feb 2024 19:15 WIB

90 Persen Pasien Kanker Sulit Sembuh karena Datang Saat Stadium Lanjut

Kanker menjadi salah satu masalah kesehatan tertinggi di dunia termasuk Indonesia.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Friska Yolandha
Kanker masih menjadi penyebab kematian paling menakutkan di dunia, apalagi 90 persen pasien kanker sulit sembuh karena sudah datang dalam kondisi stadium lanjut.
Foto: www.freepik.com
Kanker masih menjadi penyebab kematian paling menakutkan di dunia, apalagi 90 persen pasien kanker sulit sembuh karena sudah datang dalam kondisi stadium lanjut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kanker masih menjadi penyebab kematian paling menakutkan di dunia, apalagi 90 persen pasien kanker sulit sembuh karena sudah datang dalam kondisi stadium lanjut. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan pentingnya deteksi dini, dan ini akan disosialisasikan lebih meluas lagi.

“Sebagian besar pasien baru mencari pertolongan medis ketika kanker sudah mencapai stadium lanjut. Akibatnya, 90 persen penderita kanker tidak mendapatkan pengobatan optimal yang kemudian dapat berujung pada kematian,” ucap Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Maxi Rein Rondonuwu.

Baca Juga

Kanker telah menjadi salah satu masalah kesehatan tertinggi di dunia termasuk Indonesia. “Trennya terus meningkat sejak tahun 2008, dan diperkirakan pada tahun 2040 akan ada 29,5 juta kasus baru dan 16,3 juta kematian akibat kanker,” ucap Maxi lagi.

Tetapi, ia menegaskan, dengan perkembangan inovasi obat dan teknologi untuk deteksi kanker, kanker bukan lagi sesuatu yang perlu ditakutkan, asalkan skrining kanker dilakukan sejak dini dan secara rutin. Apabila kanker dapat dideteksi pada stadium awal, tingkat kesembuhan pasien dapat jauh lebih tinggi dibandingkan stadium lanjut.

 

Menurut Maxi, saat ini pemerintah semakin meningkatkan upaya dalam program skrining kanker. Siapa pun bisa pergi ke Puskesmas dan menjalani pemeriksaan kanker paru-paru, kanker payudara, dan kanker serviks.

“Kami baru saja menambahkan program skrining kanker paru-paru. Saat ini, siapapun bisa melakukan skrining kanker paru-paru di Puskesmas secara gratis, dan jika berisiko tinggi, pemerintah akan menanggung biayanya untuk mendapatkan skrining yang lebih menyeluruh dengan menggunakan CT scan Dosis Rendah di rumah sakit tersebut,” ucap Maxi lagi.

Sebagai bagian dari....

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement