Rabu 21 Feb 2024 05:15 WIB

Sering Merokok Tingkatkan Risiko Kanker Lidah Hingga Lima Kali Lipat

Rokok berifat karsinogenik, atau dapat menyebabkan kanker.

Warga merokok lintingan di Yogyakarta, Senin (25/12/2023).
Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Warga merokok lintingan di Yogyakarta, Senin (25/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Marlinda Adham Sp THT-KL(K) Ph D FACS mengatakan, kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko kanker lidah hingga lima kali lipat.

Dia menjelaskan di Jakarta Selasa bahwa rokok, apapun bentuknya, merupakan salah satu faktor penyebab kanker lidah.

Baca Juga

dr Marlinda menuturkan bahwa rokok berifat karsinogenik, atau dapat menyebabkan kanker. Menurutnya, hal lain yang dapat meningkatkan risiko kanker adalah alkohol, apalagi bila dikonsumsi secara terus-menerus bersamaan dengan rokok.

"Konsumsi alkohol yang berlebihan itu sendiri juga sering menimbulkan, menjadi resiko. Tetapi apabila si alkohol dan rokok itu bersamaan dalam waktu yang kontinu, terus-menerus dan waktu yang lama, dia bisa sampai 30 kali meningkatkan risiko kanker," katanya dalam "Mitos dan Fakta Kanker Lidah" yang disiarkan RSCM.

 

Selain rokok dan alkohol, ujarnya, adalah pola makan. Karena terlalu sibuk, orang sering lupa makan, dan makanannya menjadi kurang baik. Mereka melewatkan buah-buahan serta sayur-sayuran, sehingga imun menjadi rendah.

Terkait makanan, dia juga mengatakan bahwa makanan-makanan yang diproses atau telah diawetkan, atau minuman dalam kemasan, apabila dikonsumsi secara-terus menerus, dan tidak disertai konsumsi gizi yang seimbang, akan menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh.

Menurutnya, makanan yang terlalu panas dapat menyebabkan inflamasi.

Faktor lainnya, ujarnya, adalah virus HPV. Meskipun angka kejadiannya lebih kecil dibandingkan kanker orofaring yang sama-sama disebabkan virus itu, kejadian kanker lidah karena HPV tetap ada.

Dia menilai, virus tersebut masuk karena sejumlah hal, yaitu daya tahan tubuh yang rendah, sering bergonta-ganti pasangan, serta kebiasaan melakukan seks secara oral.

Marlinda mengatakan, rongga mulut dan saluran nafas bagian atas adalah bagian tubuh yang rentan terhadap faktor-faktor yang mengganggu keseimbangan. Dengan kombinasi bermacam-macam faktor tersebut, yaitu inflamasi, imun yang rendah, karsinogen, virus, dalam waktu yang lama, akhirnya jaringan pun berubah, hingga akhirnya menjadi sel kanker.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyebut bahwa risiko kanker bisa diturunkan melalui genetik.

Sejumlah cara guna mencegah kanker lidah, ujarnya, adalah dengan mengurangi konsumsi rokok atau paparan asap rokok, serta rajin memeriksakan kesehatan rongga mulut dan gigi ke dokter. Menurutnya, sering kali pertanda kanker lidah, semisal lesi di mulut, ditemukan oleh dokter gigi.

"Kemudian jaga imunitas kita, tidur yang baik, kemudian juga diet yang cukup, mungkin itu salah satunya. Tapi yang terutama adalah hindari sesuatu yang masuk ke tubuh kita yang kita tahu itu akan menimbulkan hal yang tidak baik bagi tubuh kita," kata dokter itu.

Apabila merasakan sesuatu yang mencurigakan, dia menambahkan, jangan ragu untuk pergi ke dokter untuk memastikan hal tersebut normal atau tidak.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement