Selasa 06 Feb 2024 12:26 WIB

Takut dan Cemas Setelah Didiagnosis Kanker, Begini Cara Mengatasinya

Diagnosis kanker bisa sangat mengguncang emosi, membuat pasien cemas dan takut.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda
Perempuan depresi (Ilustrasi). Orang mungkin akan merasa sendirian jika tidak membuka jalur komunikasi dan tidak membicarakan penyakit kanker yang diderita.
Foto: Pixabay
Perempuan depresi (Ilustrasi). Orang mungkin akan merasa sendirian jika tidak membuka jalur komunikasi dan tidak membicarakan penyakit kanker yang diderita.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari kanker sedunia yang diperingati pada 4 Februari setiap tahun bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan, deteksi, dan pengobatan kanker. Bagaimanapun, diagnosis kanker bisa sangat mengguncang emosi, membuat pasien cemas dan takut.

Untuk membantu meringankan stres akibat diagnosis tersebut, Mayo Clinic menyarankan untuk melakukan sejumlah hal. Pertama, cari informasi sebanyak-banyaknya tentang diagnosis kanker akan membantu dalam membuat keputusan tentang perawatan.

Baca Juga

Dikutip dari laman Mayo Clinic, Selasa (6/2/2024), jika kecemasan terasa sangat berkecamuk, cobalah tuliskan semuanya. Buat daftar pertanyaan dan kekhawatiran tentang kanker yang diidap, lalu tanyakan saat menemui penyedia layanan kesehatan.

Daftar pertanyaan itu bisa termasuk, namun tidak terbatas pada apa jenis kanker apa yang diidap, di mana kanker berada dalam tubuh, apakah sudah menyebar, serta seberapa besar kemungkinan kanker itu bisa disembuhkan? Pertanyaan lainnya terkait pilihan pengobatan, juga manfaat dan efek samping pengobatan itu.

 

Mungkin masih banyak pertanyaan lainnya dan tidak mengapa menuliskan serta menanyakan semuanya. Pertimbangkan untuk mengajak anggota keluarga atau sahabat dekat ke beberapa janji temu pertama untuk membantu menyimak jawaban dokter.

Beberapa orang menginginkan semua fakta secara mendetail. Namun, ada juga yang ingin tahu garis besarnya dan menyerahkan berbagai keputusan kepada penyedia layanan kesehatan. Keduanya tidak salah, hanya menyesuaikan dengan yang paling cocok dengan diri Anda.  

Jangan lupa untuk tetap terhubung dengan orang-orang terdekat setelah diagnosis kanker. Orang mungkin akan merasa sendirian jika tidak membuka jalur komunikasi dan tidak membicarakan penyakit kanker yang diderita.

Cobalah untuk terbuka kepada orang-orang yang disayangi. Sekalut dan sepahit apapun, bagikan pemikiran dan perasaan Anda dengan mereka terkait kanker yang diidap. Komunikasi dapat membantu menurunkan kecemasan dan ketakutan yang disebabkan oleh diagnosis kanker.

Tepat setelah diagnosis kanker, persiapkan diri untuk menghadapi berbagai hal, termasuk mengantisipasi kemungkinan perubahan fisik. Pertimbangkan juga bergabung dengan kelompok dukungan pasien kanker supaya mendapat pandangan dari sesama pasien dan penyintas kanker.

Berbicara dengan orang lain yang sama-sama mengidap kanker bisa membantu untuk memahami perasaan Anda. Sementara itu, orang-orang yang pernah berada dalam situasi serupa atau para penyintas kanker dapat berbagi pengalaman dan memberi tahu sejumlah hal selama perawatan.

Jika nantinya perawatan kanker berpotensi membuat Anda sulit melakukan tugas sehari-hari, buatlah pengaturan untuk hal ini. Mintalah bantuan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga rutin. Apabila memiliki hewan peliharaan, mintalah seseorang untuk merawatnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement