Rabu 20 Dec 2023 20:56 WIB

Teman Kantor Punya Energi Vampir? Ini Cara untuk Menghadapinya

Energi vampir adalah istilah untuk orang yang membuat orang lain 'lelah'.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Qommarria Rostanti
Orang dengan energi vampir (ilustrasi). Ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika menghadapi orang dengan energi vampir.
Foto: www.freepik.com.
Orang dengan energi vampir (ilustrasi). Ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika menghadapi orang dengan energi vampir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tantangan menghadapi rekan yang memiliki vampir energi adalah Anda tidak dapat sepenuhnya mengabaikan mereka. Utamanya, jika orang tersebut satu tim dengan Anda. Meski begitu, ada cara yang terbukti ampuh untuk menghadapi orang-orang dengan energi vampir dan mendapatkan kembali waktu dan energi Anda.

Sebagai informasi, energi vampir merupakan istilah budaya pop untuk menggambarkan seseorang yang melelahkan dan menguras tenaga untuk menghadapinya. Namun perlu dicatat, ini bukalah diagnosis medis. 

Baca Juga

Apa yang harus dilakukan untuk menghadapi orang dengan energi vampir? Strategi pertama adalah pahami dari mana mereka berasal. Jika Anda semakin "membenci" rekan vampir Anda, cobalah untuk bersimpati terlebih dahulu terhadap keadaan mereka.

“Satu hal yang saya pelajari dari pekerjaan saya sebagai psikolog adalah bahwa energi vampir sering kali merupakan orang-orang yang kebutuhannya akan perhatian dan persetujuan tidak terpenuhi, yang mungkin berasal dari sejumlah masalah sulit atau bahkan traumatis di masa lalu mereka,” kata psikolog klinis yang berbasis di California, Ryan Howes, dilansir Huffpost, Selasa (19/12/2023).

 

“Coba pikirkan, jika mereka benar-benar sehat secara emosional dan memiliki harga diri tinggi, apakah perlu secara paksa menguras perhatian dan dukungan emosional orang lain, sehingga menimbulkan kebencian?”, kata dia.

Kedua, jangan memalsukan perhatian yang sebenarnya tidak Anda rasakan. Salah satu cara sederhana untuk membatasi daya tarik perhatian energi vampir adalah dengan tidak menanyakan pertanyaan yang tidak Anda inginkan jawabannya. 

“Saya mengenal banyak orang yang berkata, ‘Saya tidak tahu mengapa saya mengatakan itu, karena saya tidak peduli,” kata psikolog klinis yang berbasis di Nevada, Tanisha Ranger.

“Saya telah benar-benar melatih diri saya untuk tidak mengajukan pertanyaan yang saya tidak peduli dengan jawabannya,” kata dia lagi. 

Ketiga, gunakan swivel untuk mengalihkan percakapan yang tidak diinginkan. Swivel adalah saat Anda mengakui apa yang dikatakan orang tersebut dengan apresiasi dan empati, sebelum kemudian menggunakan pernyataan ‘dan’, atau pernyataan ‘sementara’, atau topik baru.

Keempat, bersikaplah terbuka tentang berapa banyak waktu yang Anda miliki untuk berinteraksi. Jika mengalihkan percakapan tidak berhasil, Anda mungkin perlu lebih eksplisit. Dia menyarankan agar Anda mengatakan sesuatu seperti: “Hei, ini menarik, tapi saya benar-benar harus fokus pada pekerjaan saya sekarang. Bisakah kita membicarakannya nanti?”. Jika Anda berurusan dengan orang berenergi vampir yang harus bekerja sama dengan erat dalam suatu proyek, menetapkan batasan waktu yang jelas pada percakapan yang tidak penting, dapat membantu.

Kelima, setel pengatur waktu pada sesi mengeluarkan ekspresi. Ranger mengungkapkan, sesi mengeluarkan ekspresi yang dibatasi waktu kadang-kadang bisa menjadi pelepasan ketegangan dan cara untuk menjalin ikatan dengan rekan kerja. 

Keenam, jika si pemilik energi vampir adalah atasan Anda, jelaskan prioritasnya secara eksplisit. Menetapkan batasan dengan bos vampir energi membutuhkan kebijaksanaan. Salah satu cara menolaknya adalah dengan mencatat secara eksplisit kapan interaksi atasan Anda membuat Anda menjauh dari pekerjaan. 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement