Kamis 31 Aug 2023 10:25 WIB

Tanda Hubungan Toksik yang Perlu Diwaspadai, Ada yang Kamu Alami?

Hubungan toksik dapat terwujud dalam berbagai cara termasuk pelecehan emosional.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti
Hubungan toksik antara pria dan wanita (ilustrasi). Ada beberapa tanda hubungan toksik yang perlu diwaspadai.
Foto: Dok. www.freepik.com
Hubungan toksik antara pria dan wanita (ilustrasi). Ada beberapa tanda hubungan toksik yang perlu diwaspadai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kekerasan dalam hubungan kerap terjadi. Ironisnya, kekerasan ini tak terbatas terjadi pada hubungan rumah tangga tapi juga dalam taraf belum menikah.

Jenis kekerasan yang terjadi bukan hanya fisik, tetapi juga psikis. Hubungan yang demikian masuk dalam kategori hubungan toksik atau beracun. Apa itu hubungan toksik? Apa saja ciri-cirinya?

Baca Juga

Dilansir laman Charlie Health, Rabu (29/8/2023), hubungan toksik adalah hubungan yang tidak sehat di mana salah satu atau kedua pasangan menunjukkan perilaku yang mengontrol, manipulatif, atau kasar. Perilaku ini dapat terwujud dalam berbagai cara, termasuk pelecehan emosional, fisik, dan seksual. 

Beberapa tanda hubungan yang beracun antara lain:

1. Kritik dan meremehkan terus-menerus

2. Manipulasi dan kontrol

3. Kemarahan dan ledakan yang meledak-ledak

4. Isolasi dari teman dan keluarga

5. Gaslighting dan penolakan terhadap kenyataan

6. Menyalahkan dan mempermalukan

7. Perilaku pasif-agresif

8. Menahan kasih sayang dan perhatian

9. Kecemburuan dan posesif

10. Penting dicatat bahwa tidak semua hubungan dengan komunikasi yang buruk itu beracun. Komunikasi yang buruk dapat disebabkan oleh perbedaan gaya komunikasi, perbedaan kepribadian, atau masalah yang belum terselesaikan. Sebaliknya, hubungan beracun ditandai dengan pola perilaku yang sengaja merugikan dan merusak.

Apakah ada perbedaan antara hubungan toksik dan hubungan yang penuh kekerasan?

Hubungan toksik melibatkan perilaku berbahaya oleh salah satu atau kedua pasangan, yang menyebabkan kerugian emosional seperti kritik, meremehkan, manipulasi, dan kontrol. Meskipun toksisitas dapat ditemukan dalam hubungan apa pun, hubungan yang beracun tidak selalu melibatkan kekerasan fisik atau kekerasan.

Hubungan yang penuh kekerasan melibatkan salah satu pasangan yang menggunakan kekerasan fisik, emosional, atau seksual untuk mengontrol atau menyakiti pasangannya. Pelecehan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti kekerasan fisik, penyerangan seksual, pelecehan emosional, dan pengendalian keuangan. Para korban sering kali merasa tidak berdaya, terisolasi, dan terjebak, takut akan pembalasan dan bahaya lebih lanjut.

Penting untuk mengenali perilaku berbahaya dalam hubungan yang beracun dan penuh kekerasan, serta mengambil langkah untuk melindungi diri Anda sendiri. Dalam kasus hubungan yang penuh kekerasan, segera mencari bantuan dari teman tepercaya, anggota keluarga, atau lembaga profesional sangat penting. Memahami perbedaan antara hubungan yang beracun dan penuh kekerasan dapat membantu individu mengenali perilaku berbahaya dan mengambil langkah untuk melindungi diri mereka sendiri dan kesejahteraan mereka.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement