Rabu 06 Dec 2023 12:35 WIB

Viral Pastry Cromboloni, Ternyata Ini Keistimewaannya

Namanya sendiri berasal dari kata croissant dan bomboloni.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Natalia Endah Hapsari
Keistimewaan cromboloni adalah bentuknya bulat solid dengan layer-layer yang melingkar, beserta surprise filling di dalamnya.
Foto: IG Monsieur Spoon
Keistimewaan cromboloni adalah bentuknya bulat solid dengan layer-layer yang melingkar, beserta surprise filling di dalamnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Saat ini sedang viral panganan bernama cromboloni.  Cromboloni meurpakan hidangan pastry jenis baru yang namanya sendiri berasal dari kata “croissant” dan “bomboloni”.

Chef sekaligus wirausahawan Eki Kramadibrata mengatakan dia tidak mengetahui sejarah persisnya cromboloni ini. Menurut Chef Eki, mungkin inventor cromboloni terinspirasi Chef Dominique Ansel yang menciptakan croissant donut atau cronut. 

Baca Juga

“Karena croissant sheet mudah untuk dikreasikan dan dibentuk, maka bikinlah seperti bomboloni, donut tanpa lubang tapi isiannya full banget. Sensasi crunchy dari croissant sheet yang membuat orang-orang suka,” kata Chef Eki saat dihubungi Republika, Selasa (5/12/2023). 

Dia juga mengungkapkan keistimewaan cromboloni, yaitu bentuknya bulat solid dengan layer-layer yang melingkar, beserta surprise filling di dalamnya. “Saya pikir itu yang bikin orang suka,” ujar dia . 

 

Selain itu, Chef Eki memiliki cara memilih cromboloni yang lezat. “Tentunya layer croissant-nya pakai butter, filling-nya creamy dan mouthful,''katanya.

Di sisi lain, croissant adalah kue klasik Prancis yang telah menjadi makanan pokok sarapan favorit di seluruh dunia. Dengan lapisannya yang terkelupas dan rasa mentega, tidak mengherankan jika croissant menjadi favorit para pecinta pastry di mana pun. 

Dilansir Les Petits Basics, Rabu (6/12/2023), asal usul croissant masih diperdebatkan, namun diyakini secara luas bahwa croissant diciptakan di Wina, Austria pada abad ke-17. Konon croissant ini terinspirasi oleh spanduk berbentuk bulan sabit yang digunakan oleh Kekaisaran Ottoman selama pengepungan Wina pada tahun 1683. 

Menurut legenda, para pembuat roti di Wina bekerja sepanjang malam untuk membuat kue baru untuk memperingati kemenangan atas Ottoman. Mereka datang dengan kue berbentuk bulan sabit yang ringan, bersisik, dan bermentega, lahirlah croissant. 

Namun, sumber lain menyatakan bahwa croissant sebenarnya dibuat di Prancis, dan cerita Austria hanyalah mitos. Faktanya, ada catatan bahwa kue serupa dibuat di Prancis pada awal abad ke-18. 

Ada kemungkinan bahwa orang Prancis terinspirasi oleh kue Austria dan menciptakan versi mereka sendiri yang mereka sebut “croissant” karena bentuknya yang seperti bulan sabit. Terlepas dari asal usulnya, croissant dengan cepat menjadi kue populer di Prancis dan tetap demikian hingga hari ini. 

Pada abad ke-19, pembuat roti Prancis mulai bereksperimen dengan resepnya, menambahkan lebih banyak mentega dan menciptakan kue kering bermentega yang kita kenal dan sukai saat ini. Croissant mendapatkan ketenaran internasional pada abad ke-20, sebagian berkat pengembangan adonan kue beku. Hal ini memungkinkan croissant dikirim ke seluruh dunia dan dijual di supermarket dan kafe, sehingga dapat diakses oleh semua orang di mana saja. 

Saat ini, croissant menjadi makanan pokok di toko roti dan kafe Prancis, dan dinikmati di seluruh dunia. Croissant bisa dinikmati polos atau diisi dengan berbagai isian manis atau gurih, seperti cokelat, pasta almond, ham, dan keju, atau bayam dan feta. Ini juga biasa disantap untuk sarapan atau sebagai camilan, dan sering dipadukan dengan kopi atau teh. 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement