Selasa 21 Nov 2023 15:37 WIB

Tak Cukup Masuk Inkubator, Begini Penanganan Bayi Prematur Setelah Persalinan

Umumnya bayi prematur langsung dibawa ke ruang intensif begitu lahir.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Friska Yolandha
Bayi prematur/ilustrasi
Foto:

Dalam ulasan terpisah, IDAI menyebut bahwa menjaga kelangsungan hidup bayi prematur tidak hanya sebatas menempatkannya di inkubator. Menurut IDAI, kebanyakan bayi prematur dapat dipulangkan lebih cepat dan dirawat di rumah dengan perawatan metode kangguru/ perawatan bayi lekat/skin to skin contact

Akan tetapi, sebagian bayi prematur memang butuh perawatan inkubator dan sebaiknya tidak dipulangkan dahulu dari rumah sakit. Penggunaan inkubator juga bukan merupakan hal yang mudah, karena ada beberapa keadaan yang harus diperhatikan.

Inkubator butuh sumber energi untuk mengoperasikannya, kebersihannya harus dijaga seketat mungkin, dan pemantauan suhu inkubator harus disesuaikan dengan berat badan dan usia kandungan bayi. Selain persoalan inkubator, bayi prematur pun memiliki berbagai masalah kompleks yang perlu ditangani secara khusus.

Permasalahan itu meliputi pusat pengaturan suhu di otak bayi prematur masih belum sempurna sehingga bayi mudah menjadi kedinginan. Bayi juga sering lupa bernapas atau berhenti napas, karena sebagian paru-parunya masih kuncup dan membutuhkan usaha besar untuk mengembangkan kembali.

Itu membuat bayi cepat lelah dan terlihat sesak napas. Kemampuan menelan dan mencerna juga belum sempurna, juga kemampuan untuk melawan bahaya dari luar seperti infeksi. Begitu pun kemampuan otot jantung untuk memompa darah memenuhi kebutuhan tubuhnya masih belum optimal. Tingkat ketergantungan secara psikologis juga sangat tinggi. 

Terkait ketentuan memandikan, dokter spesialis anak konsultan Rosalina Dewi Roeslani dari UKK Neonatologi IDAI mengatakan bayi prematur maupun BBLR mempunyai risiko mengalami hipotermia atau suhu tubuh di bawah 36,5 derajat Celsius. Hipotermia sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kesakitan hingga kematian.

"Bayi prematur yang baru lahir biasanya tidak dimandikan segera, tetapi dapat ditunda hingga beberapa hari kemudian saat keadaan umumnya telah stabil," ujar Rosalina dalam ulasannya.

Dia menjelaskan, bayi prematur lebih berisiko mengalami hipotermia karena lemak cokelat ditubuhnya belum ada atau sangat sedikit. Lemak cokelat terbentuk pada akhir kehamilan trimester ketiga dan berfungsi menghasilkan energi saat bayi kedinginan.

Faktor hipotermia lain pada bayi adalah....

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement