Kamis 16 Nov 2023 12:34 WIB

Dikenal Sebagai Negara Paling Bahagia Sedunia, Begini Cara Orang Nordik Besarkan Anak

Negara nordik adalah istilah untuk menyatukan beberapa negara di Eropa Utara.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Natalia Endah Hapsari
Para orang tua di belahan Eropa Utara atau Nordik membiasakan anak-anak untuk menyatu dengan alam yang akhirnya bisa membentuk pribadi anak yang tangguh dan bahagia. (ilustrasi)
Foto: PxHere
Para orang tua di belahan Eropa Utara atau Nordik membiasakan anak-anak untuk menyatu dengan alam yang akhirnya bisa membentuk pribadi anak yang tangguh dan bahagia. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tumbuh di Swedia, orang tua akan selalu mendorong untuk keluar rumah sesering mungkin entah itu saat hujan, salju, atau cerah. Hal itu sebagian besar didorong oleh ‘friluftsliv’, sebuah kata dalam bahasa Skandinavia yang secara kasar diterjemahkan menjadi ‘kehidupan di udara terbuka’.

Konsep friluftsliv ini sudah diterapkan selama 164 tahun. Konsep ini berbicara tentang merangkul alam, dan merupakan bagian besar dari budaya Swedia. Ketika anak-anak masih kecil, mereka dibiarkan memanjat batu dan pohon, menyelidiki makhluk berlendir, menggali lubang, dan bermain tanpa campur tangan orang dewasa.

Baca Juga

Pakar parenting Linda Åkeson McGurk mengatakan dirinya tinggal di Swedia sejak kecil. Tapi ketika ia tinggal di Amerika Serikat, ia mengatakan banyak tatapan aneh yang didapatnya ketika orang-orang mengetahui anak gadisnya tidur siang dengan gembira di teras belakang rumah hampir setiap hari, atau betapa seringnya mereka bermain di luar tanpa alas kaki.

Sebagai penulis "The Open-Air Life" dan "There's No Such Thing as Bad Weather", ia menemukan bahwa friluftsliv bukan hanya cara untuk menanamkan kebiasaan sehat pada anak-anak di usia muda. Tetapi juga merupakan alasan utama mengapa negara-negara nordik biasanya berada di peringkat paling bahagia di dunia. 

Negara nordik adalah istilah yang dibuat oleh Prancis untuk menyatukan beberapa negara di Eropa Utara. Pada dasarnya negara-negara nordik ini terdiri dari tiga negara yang terletak di semenanjung Skandinavia yaitu Norwegia, Swedia dan Denmark ditambah lagi dua negara Eropa lainnya yaitu Finlandia dan Islandia.

Melansir CNBC, Kamis (16/11/2023), inilah saran terbaik McGurk untuk memasukkan friluftsliv ke dalam gaya parenting.

 

1. Jadwalkan waktu di luar ruangan.

Jalan-jalan pagi dan sore adalah hal yang sakral dalam budaya Swedia. Jika cuaca memungkinkan, makan malam sering dinikmati di luar, di teras, saat keluarga bersosialisasi di sekitar perapian terbuka, memanggang hot dog.

Di negara-negara Nordik, sangat umum untuk melihat taman kanak-kanak di luar ruangan, atau sekolah hutan, tempat anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya di alam.

Trik untuk mengembangkan kebiasaan alam yang berkelanjutan adalah dengan menciptakan ritme yang memungkinkan orang tua dan anak keluar rumah secara rutin, meskipun hanya sebentar. Bahkan mungkin membantu untuk menjadwalkannya di kalender.

Jika waktu tak cukup, cobalah menggabungkan waktu di luar ruangan dengan kebiasaan yang sudah ada. Misalnya, mengantar anak ke tempat penitipan anak atau taman kanak-kanak tanpa naik kendaraan, atau makan malam piknik di taman.

 

2. Mulailah dari tempat yang ada sekarang.

Aturan emas friluftsliv adalah menggunakan apa yang dimiliki dan melakukan apa yang bisa dilakukan tanpa usaha ekstra. Alam ada di sekitar kita, dan bahkan di lingkungan perkotaan masih ada burung untuk diamati, bunga untuk dicium, dan pepohonan untuk dipeluk.

Jika memiliki kesempatan untuk mengajak anak-anak hiking di hutan belantara terpencil atau taman nasional, itu adalah hal yang luar biasa. Namun hubungan antara orang tua dan anak-anak yang dijalin dengan alam sehari-hari, akan berdampak lebih besar pada mereka. “Saat saya menikmati friluftsliv bersama anak-anak saya, adalah dengan cara berjalan-jalan di hutan dekat rumah kami di Swedia,” ungkap McGurk.

 

3. Jangan biarkan cuaca merusak hari.

Anak-anak tidak dilahirkan dengan kecenderungan untuk tidak menyukai kondisi cuaca, namun mereka dapat dengan cepat memahami sikap negatif orang dewasa terhadap hujan, angin, dingin, dan panas.

Tradisi friluftsliv mendorong orang tua untuk menemukan sesuatu yang disukai setiap musim. Di negara-negara Nordik, orang tua sering menggunakan pepatah lama, ‘Tidak ada cuaca buruk, yang ada hanyalah pakaian jelek’. Ini memotivasi anak-anak untuk pergi keluar setiap hari, apa pun cuacanya.

Tentu saja, ketika cuaca sedang buruk, pasti akan berpikir lebih baik berada di dalam ruangan. Namun pada umumnya, orang tua bisa mendapatkan banyak manfaat dengan mendandani anak-anak agar sesuai dengan cuaca, dan membiarkan mereka merasakan kegembiraan berlari melewati hujan lebat, meluncur di genangan air es, dan mendinginkan diri di alat penyiram air di hari yang panas.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement