Kamis 16 Nov 2023 03:33 WIB

ASI Eksklusif Termasuk KB Alami, Dapat Cegah Stunting

Pemberian ASI eksklusif bukan cuma bermanfaat bagi bayi.

Ibu dan bayinya. pemberian ASI eksklusif sangat efektif menurunkan risiko stunting.
Foto: Republika/Prayogi
Ibu dan bayinya. pemberian ASI eksklusif sangat efektif menurunkan risiko stunting.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengingatkan pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan. Pemberiannya dapat bermanfaat sebagai kontrasepsi atau KB alami untuk mencegah stunting.

 

Baca Juga

"Ada KB alami dengan menyusui atau dikenal dengan metode amenore laktasi (MAL). Amenore ini artinya tidak menstruasi, sehingga seorang perempuan tidak hamil karena tidak memproduksi telur. Inilah hebatnya menyusui yang aktif," kata Hasto pada pembukaan kelas tim pendamping keluarga (TPK) hebat seri keenam tahun 2023 di Jakarta pada Rabu (15/11/2023).

 

 

Hasto menyebut bahwa TPK mesti mengetahui pentingnya ASI untuk KB alami, sehingga pengetahuan tersebut dapat disampaikan ke masyarakat, utamanya para ibu agar aktif dan tertib memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Dia juga menyarankan penggunaan KB pada ibu atau ayah setelah ibu selesai memberikan ASI eksklusif.

 

"Jadi, selama enam bulan itu, entah menyusuinya dilakukan secara konsisten atau tidak, menstruasinya berhenti, setelah enam bulan terlewati, menstruasinya datang lagi. Maka kalau tidak KB, 25 persen kemungkinannya hamil, kalau ada suami tentunya ya," ujarnya.

Hasto menyampaikan data di Indonesia, saat ini ada ibu melahirkan sekitar 4,5 juta jiwa, sedangkan yang ber-KB baru sekitar 30 persen. Itu artinya baru sepertiganya yang langsung KB.

"Maka pesan saya kepada tim pendamping keluarga, biar ASI-nya sukses sampai dua tahun, tolonglah (mengedukasi) cegah kehamilan ini, karena kalau tidak, bisa berbahaya karena anak bisa lahir dengan risiko stunting," tuturnya.

 

Hasto menjelaskan, pemberian ASI eksklusif sangat efektif menurunkan risiko stunting, karena sudah sesuai dengan standar ideal (golden standard) yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tiga standar ASI menurut WHO tersebut, yakni pemberian ASI eksklusif sejak bayi lahir sampai usia enam bulan, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) mulai usia enam bulan; dan lanjutan pemberian ASI sampai bayi berusia dua tahun atau lebih.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement