Senin 06 Nov 2023 06:31 WIB

Angka Kematian Bayi AS Meningkat untuk Pertama Kalinya dalam 20 Tahun

Angka kematian bayi neonatal meningkat sebesar tiga persen.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Friska Yolandha
 Khalil al-Sawadi melihat Afraa, bayi perempuan yang lahir di bawah reruntuhan akibat gempa bumi yang melanda Suriah dan Turki, di kota Jinderis, provinsi Aleppo, Suriah, Senin (20/2/2023). Afraa meninggalkan rumah sakit dan telah pergi ke rumah barunya bersama keluarga bibi dari pihak ayah.
Foto: AP Photo/Ghaith Alsayed
Khalil al-Sawadi melihat Afraa, bayi perempuan yang lahir di bawah reruntuhan akibat gempa bumi yang melanda Suriah dan Turki, di kota Jinderis, provinsi Aleppo, Suriah, Senin (20/2/2023). Afraa meninggalkan rumah sakit dan telah pergi ke rumah barunya bersama keluarga bibi dari pihak ayah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade, Amerika Serikat mengalami peningkatan angka kematian bayi pada 2022. Menurut laporan yang dirilis pada Rabu (2/11/2023) oleh Pusat Statistik Kesehatan Nasional AS, angka kematian bayi secara keseluruhan meningkat sebesar tiga persen dari 2021 hingga 2022.

Angka kematian bayi neonatal meningkat sebesar tiga persen, sedangkan angka kematian pascaneonatal untuk bayi yang baru lahir (bertahan selama 28 hari terakhir), naik sebesar empat persen. 

Baca Juga

Kematian bayi akibat komplikasi ibu (seperti preeklampsia atau kelahiran prematur) dan sepsis bakteri, juga meningkat masing-masing sebesar 8 persen dan 14 persen.

“Kita hidup di negara dengan sumber daya yang besar, sehingga angka kematian bayi dan peningkatannya sangat tinggi,” kata presiden American Academy of Pediatrics, Dr Sandy Chung, melansir CNN, Ahad (5/11/2023).

“Sebagai dokter yang membantu anak-anak tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat, kematian anak mana pun adalah suatu hal yang terlalu banyak. Angka kematian bayi di negara ini tidak dapat diterima,” ucap dia lagi.

Bagi pakar kesehatan masyarakat, kematian bayi sering kali menjadi tolak ukur yang berguna bagi sistem kesehatan suatu negara secara keseluruhan. Meningkatnya angka kematian bayi pada tahun ini, bisa jadi merupakan ‘kesalahan yang aneh’ dalam satu tahun, atau merupakan pertanda adanya masalah kesehatan yang mendasarinya.

“Perlu dilihat data tahun depan untuk mengetahui secara pasti,” ujar ahli statistik kesehatan di NCHS dan salah satu penulis laporan tersebut, Danielle Ely.

“Peningkatan angka kematian bayi juga bisa disebabkan oleh pandemi Covid-19, yang membebani masyarakat dan sumber daya kesehatan,” kata profesor kesehatan dan kesetaraan ras di Universitas Minnesota, Rachel Hardeman.

Tahun sebelumnya, pada 2021, analisis dari CDC AS menemukan bahwa meskipun jumlah total kematian bayi meningkat dibandingkan 2020, angka kematiannya tetap sama yaitu 5,44 kematian per 1.000 kelahiran hidup.

Angka kematian bayi meningkat menjadi....

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement