Kamis 14 Sep 2023 14:45 WIB

Ilmuwan Temukan 28 Gen yang Bikin Seseorang Lebih Berpeluang Alami Covid-19 Berat

Ada 28 gen baru yang dapat membuat individu lebih rentan alami infeksi SARS-CoV-2.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti
Virus Covid-19 (ilustrasi). Konsorsium ilmuwan internasional berhasil mengidentifikasi 28 gen baru yang dapat membuat individu lebih rentan mengalami infeksi SARS-CoV-2 yang serius.
Foto: Pixabay
Virus Covid-19 (ilustrasi). Konsorsium ilmuwan internasional berhasil mengidentifikasi 28 gen baru yang dapat membuat individu lebih rentan mengalami infeksi SARS-CoV-2 yang serius.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Konsorsium ilmuwan internasional berhasil mengidentifikasi 28 gen baru yang dapat membuat individu lebih rentan mengalami infeksi SARS-CoV-2 yang serius. Sebelumnya, para ilmuwan tersebut juga telah menemukan 23 gen lain yang dapat memberikan efek serupa.

Ke-28 gen baru tersebut bisa terdeteksi setelah konsorsium ilmuwan yang dipimpin oleh Broad Institute menganalisis 82 studi berbeda. Seluruh studi ini melibatkan 3.699 ilmuwan dan lebih dari 200 ribu partisipan dari 35 negara di dunia.

Baca Juga

"(Dengan semua itu) kumpulan data yang diperoleh merupakan yang terbesar saat ini," jelas ketua tim peneliti untuk Bonn Study of Covid Genetics dari Hospital University Bonn, dr Kerstin Ludwig, seperti dilansir Express pada Rabu (13/9/2023).

Menurut dr Ludwig, informasi mengenai gen-gen yang dapat membuat orang-orang lebih rentan terhadap Covid-19 berat bisa sangat bermanfaat. Salah satunya adalah bermanfaat untuk mengembangkan obat dengan tingkat kesuksesan yang lebih besar.

"Dan memprediksi risiko dengan lebih baik," kata dr Ludwig.

Studi berbeda yang dilakukan oleh Northwestern University juga menemukan fakta baru yang menarik terkait Covid-19. Studi ini menemukan bahwa hembusan napas pasien Covid-19 bisa mengeluarkan 1.000 salinan virus SARS-CoV-2 per menit dalam kurun waktu delapan hari pertama setelah gejala Covid-19 muncul.

Namun setelah melewati hari kedelapan, jumlah salinan SARS-CoV-2 yang keluar melalui hembusan napas pasien Covid-19 menurun sangat drastis. Penurunan ini bisa mencapai angka dua salinan virus per menit.

Tim peneliti juga menemukan bahwa jumlah salinan yang keluar dari pasien Covid-19 saat menghembuskan napas juga dipengaruhi oleh tingkat keparahan penyakit. Semakin bergejala seorang pasien, semakin besar pula salinan virus SARS-CoV-2 yang dia keluarkan.

Hal ini diketahui setelah tim peneliti melakukan pengujian terhadap sampel-sampel napas yang diambil dari 44 pasien Covid-19. Sampel-sampel napas ini diambil dalam kurun waktu 20 hari setelah para pasien menunjukkan gejala Covid-19.

Peneliti Gregory Lane mengasumsikan, jumlah salinan virus yang dibutuhkan untuk menularkan Covid-19 adalah 300 salinan. Bila seorang pasien bisa mengeluarkan 1.000 salinan virus per menit, maka pasien tersebut hanya membutuhkan waktu 20 detik untuk menghasilkan jumlah salinan virus yang diperlukan dalam penularan Covid-19.

"Sangat berisiko (menularkan)," ujar Lane.

Temuan terbaru ini telah dipublikasikan melalui medRxiv. Sedangkan studi mengenai temuan 28 gen baru yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap Covid-19 berat telah dipublikasikan dalam jurnal Nature. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement