Selasa 12 Sep 2023 13:21 WIB

Pernah Kram Saat Tidur di Malam Hari? Ternyata Inilah Penyebabnya

Kram kaki di malam hari biasanya tidak perlu dikhawatirkan.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Natalia Endah Hapsari
Ada sejumlah pemicu kram kaki terutama saat terjadi di malam hari (ilustrasi).
Foto: Republika/Musiron
Ada sejumlah pemicu kram kaki terutama saat terjadi di malam hari (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kram kaki di malam hari merupakan kejadian umum, tapi bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Anda mungkin mengalaminya di kaki, betis, atau paha, dan bisa muncul tiba-tiba, membangunkan Anda dari tidur nyenyak.

Meskipun lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun dan wanita yang sedang hamil, kram kaki pada malam hari biasanya tidak perlu dikhawatirkan.

Baca Juga

Apa sebenarnya penyebab kram kaki di malah hari? Menurut sebuah penelitian tahun 2012, hingga 60 persen orang dewasa dan 7 persen anak-anak mengalami kram kaki pada malam hari. Kram tersebut bisa terjadi hanya sekali pada malam hari, tapi bisa juga menyebabkan insomnia dan rasa tidak nyaman yang terus-menerus. Berikut ini berbagai penyebabnya seperti dilansir dari inertiaphysio, Selasa (12/9/2023). 

 

 

1. Kekurangan nutrisi

Vitamin B-12, thiamin, folat, dan vitamin B lainnya mungkin kekurangan. Kerusakan saraf dapat disebabkan oleh kekurangan vitamin B-12, tiamin, asam folat, dan vitamin B lainnya. Kram kaki dan kaki mungkin terjadi akibat kekurangan magnesium atau kalium. Jika Anda khawatir bahwa Anda mungkin menderita defisiensi, penting untuk menemui dokter Anda.

 

2. Kurangnya olahraga

Kurangnya aktivitas fisik juga dapat menyebabkan kram dan kejang pada tungkai di malam hari, terutama jika Anda tidak terbiasa rutin berolahraga di malam hari. Jika Anda mengalami hal ini, cobalah meluangkan waktu untuk melakukan beberapa latihan kardiovaskular ringan sebelum tidur, pastikan untuk berhenti sebelum Anda terlalu lelah.

 

3. Kelelahan otot atau penggunaan berlebihan

Aktivitas berat, terutama yang melibatkan kontraksi otot berulang, seperti lari maraton, dapat menyebabkan otot di tungkai dan kaki kejang di malam hari. Kelelahan otot atau tekanan fisik berlebihan pada tubuh bagian bawah adalah kemungkinan penyebab kram kaki dan kejang lainnya.

 

4. Kondisi medis yang dapat menyebabkan kram dan kejang

Selain itu, ada sejumlah kondisi medis, termasuk diabetes atau penyakit ginjal, yang dapat menyebabkan kontraksi otot di malam hari. Jika Anda mempunyai kekhawatiran tentang kesehatan Anda, pastikan untuk segera berbicara dengan dokter Anda.

 

5. Dehidrasi

Mungkin saja Anda kurang minum air atau terkena diare atau penyakit lain yang membuat Anda dehidrasi. Aktivitas di cuaca panas dapat membuat Anda dehidrasi dengan cepat, sehingga menghabiskan cairan penting, garam, dan mineral seperti potasium, magnesium, dan kalsium dalam tubuh. Kram kaki Anda mungkin terjadi pada jam-jam ketika tubuh Anda kekurangan mineral penting ini, biasanya pada malam hari.

 

6. Penggunaan alkohol berlebihan

Minum terlalu banyak alkohol dapat merusak saraf dan menyebabkan neuropati alkoholik. Gejalanya meliputi kram otot dan kelemahan hingga mati rasa dan kesemutan di lengan atau kaki. Tidak hanya itu, konsumsi alkohol dalam jumlah besar juga dapat menyebabkan dehidrasi dan kekurangan nutrisi vitamin B penting. Kekurangan vitamin ini dapat mempercepat gangguan fungsi saraf sehingga menyebabkan kram kaki pada malam hari.

 

7. Kehamilan

Saat hamil, banyak perubahan yang terjadi pada tubuh. Fluktuasi hormonal dapat memicu kram otot dan kejang pada tungkai atau kaki pada malam hari. Inilah sebabnya mengapa kram kaki pada wanita hamil sangat umum terjadi sering kali memburuk pada trimester kedua dan ketiga.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement