Senin 28 Aug 2023 22:08 WIB

Cara Menjaga Rasa Ingin Tahu Anak Agar tak Memudar

Rasa ingin tahu anak bisa memudar seiring bertambahnya usia.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Qommarria Rostanti
Ayah bersama anak yang penuh rasa ingin tahu (ilustrasi). Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga rasa ingin tahu anak.
Foto: Republika/mgrol100
Ayah bersama anak yang penuh rasa ingin tahu (ilustrasi). Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga rasa ingin tahu anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rasa ingin tahu yang dimiliki manusia secara alami sejak fase bayi dan anak-anak akan memudar seiring bertambahnya usia. Namun, ada cara untuk membantunya terus tumbuh dan berkembang dengan sehat, meski seseorang sudah ada pada usia dewasa.

Psikolog Susan Engel dari Williams College di Massachusetts mempelajari bahwa "episode rasa ingin tahu" kian berkurang seiring usia seseorang. Anak usia taman kanak-kanak disebutnya punya dua sampai lima episode rasa ingin tahu selama kurun waktu dua jam.

Baca Juga

Sekitar usia prasekolah itu, anak sering kali bertanya-tanya tentang berbagai hal. Engel mengutip penelitian yang mencoba mengukur perkiraan berapa banyak anak usia prasekolah mengajukan pertanyaan. Hasilnya, sekitar 25 pertanyaan dalam satu jam, atau satu pertanyaan setiap dua menit. Namun, itu berlaku di rumah. 

Ketika anak-anak memasuki sistem sekolah, sumber pertanyaan ini akan mulai "mengering". "Ketika anak berusia enam tahun atau lebih, beberapa di antara mereka sudah tidak lagi menunjukkan rasa ingin tahu," kata Engel, dikutip dari laman Psyche, Senin (28/8/2023).

Bukan karena rasa ingin tahu mereka sudah terbatas, tapi penyebabnya bisa jadi karena orang dewasa tidak memberikan "nutrisi" yang dibutuhkan rasa ingin tahu itu untuk tumbuh.  Menurut pengamatan Engel, ketika anak mengajukan pertanyaan, orang tua atau guru tidak memberi jawaban memuaskan, tapi justru "mendisiplinkan".

Padahal, rasa ingin tahu butuh apresiasi untuk bertahan dan membuat seseorang terus memiliki rasa haus akan pengetahuan. Secara umum, rasa ingin tahu mengacu pada dorongan untuk mencari informasi, serta perasaan membutuhkan pemahaman.

Engel berpendapat, sikap orang dewasa di sekitar anak sangat berpengaruh terhadap perkembangan rasa ingin tahunya. "Dengan kata lain, rasa ingin tahu anak dapat dipupuk atau dipadamkan oleh orang yang menghabiskan waktu bersama mereka," ujarnya.

Psikolog Celeste Kidd dari University of California di Berkeley mengatakan, seiring bertambahnya usia, seseorang lebih menyesuaikan diri dengan kejadian sehari-hari, juga benda-benda dan orang-orang yang dijumpai. Itu membuat orang dewasa juga menjadi lebih selektif terhadap apa yang membuatnya penasaran.

Namun, bukan berarti rasa ingin tahu hilang sepenuhnya. Saat sudah tumbuh dewasa, bagaimana seseorang dapat memupuk rasa ingin tahu yang memudar? Salah satu caranya, seseorang dapat mengamati hal yang mengejutkan dan tidak terduga dari suatu hal,  sehingga membuatnya ingin belajar lebih banyak tentang hal tersebut.

Rasa ingin tahu juga berasal dari pengetahuan. Begitu seseorang mengetahui sesuatu tentang suatu subjek, mereka sering kali ingin mencari tahu lebih banyak. Hal ini berlaku untuk anak-anak maupun orang dewasa.

"Anda dapat mendorong rasa ingin tahu terhadap topik tertentu dengan belajar sedikit terlebih dahulu tentang topik tersebut," ujar Kidd. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement