Kamis 03 Aug 2023 15:02 WIB

Orang yang tak Boleh Makan Semangka Saat Perut Kosong, Bisa Timbulkan Bahaya

Tidak semua orang boleh memakan buah semangka saat perut kosong.

Rep: Santi Sopia/ Red: Qommarria Rostanti
Buah semangka. Tidak semua orang boleh makan semangka dalam keadaan perut kosong.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Buah semangka. Tidak semua orang boleh makan semangka dalam keadaan perut kosong.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Buah semangka tampaknya menjadi salah satu pilihan makan sehat. Dengan kandungan air 90 persen dan banyak vitamin maupun mineral, buah ini kerap jadi pilihan yang enak untuk meningkatkan kesehatan. 

Kandungan serat dan nilai gizinya yang tinggi membuat semangka menjadi buah tepat untuk dimasukkan ke dalam piring sarapan. Tetapi apakah makan semangka dengan perut kosong aman untuk semua orang? 

Baca Juga

Meskipun semangka adalah buah yang kaya akan vitamin, mineral, dan potasium serta dapat menjadi sumber hidrasi yang baik bagi seseorang dalam cuaca panas dan lembap, tidak semua orang boleh memakan buah ini saat perut kosong. Siapa yang tidak boleh mengonsumsi semangka saat perut kosong?

Mengonsumsi buah dalam keadaan perut kosong mungkin bermanfaat atau tidak bermanfaat bagi seseorang berdasarkan tipe tubuh dan fungsi hormonalnya. Jika seseorang diketahui menunjukkan gejala resistensi leptin atau memiliki resistensi insulin, memakan buah saat sarapan mungkin bukan pilihan yang ideal. 

Hal ini karena dapat memperparah gejala dan mungkin tidak bermanfaat, tetapi buah dapat dikonsumsi kapan saja sebagai camilan dalam jumlah yang lebih sedikit untuk mendapatkan manfaat yang lebih banyak. Itu dikarenakan dalam jangka waktu tertentu, akibat sekresi leptin yang berlebihan dalam tubuh (diproduksi oleh jaringan adiposa), sensitivitas dapat berkurang.

“Sehingga itu menyebabkan intoleransi fruktosa dan karena itu menyebabkan produksi dan penyimpanan lemak yang lebih tinggi dalam tubuh," kata ahli gizi Anupama Menon, dikutip dari Hindustan Times, Kamis (3/8/2023).

Makan semangka pada pagi hari bisa berbahaya bagi seseorang dengan intoleransi fruktosa dan dapat meningkatkan kadar kortisol dalam tubuh sehingg menyebabkan resistensi insulin. Seseorang yang tubuhnya mentolerir buah dengan baik dapat memakannya di pagi hari untuk penyerapan nutrisi yang lebih baik.

Asupan serat dari buah saat dikonsumsi sebagai buah utuh dapat membantu pelepasan glukosa secara lebih lambat dan karenanya memiliki indeks glikemik lebih rendah. “Waktu yang tepat untuk memakan buah sama pentingnya dengan memilih buah itu sendiri," kata Menon.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement