Kamis 03 Aug 2023 16:00 WIB

Ilustrasi Transgender di Mobil Kafe Costa Coffee Milik Coca-Cola Berujung Seruan Boikot

Costa Coffee pajang gambar transgender dengan bekas luka mastektomi ganda.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda
Salah satu kedai Costa Coffee. Gambar ilustrasi
Foto: EPA-EFE/FACUNDO ARRIZABALAGA
Salah satu kedai Costa Coffee. Gambar ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengguna media sosial anti-LGBTQ mengancam untuk memboikot rantai kedai kopi terbesar kedua di dunia, Costa Coffee. Hal ini terjadi setelah foto salah satu mobil kafe kelilingnya, yang memajang gambar seorang transgender, mulai beredar online sejak Senin (31/8/2023).

Tagar #BoycottCostaCoffee ini menarik perhatian masyarakat. Mereka mengkritik secara blak-blakan karena ilustrasi yang menunjukkan seorang trans dengan bekas luka dari mastektomi ganda, juga dikenal sebagai operasi atas (top surgery) alias operasi pengangkatan kedua payudara.

Baca Juga

Tidak jelas kapan ilustrasi itu pertama kali ditampilkan atau berapa banyak mobil kafe yang memiliki stiker tersebut. James Esses, salah satu pendiri grup Thoughtful Therapist, mengatakan dia mengetahui mural mobil kafe ketika salah satu pengikutnya mengiriminya foto melalui X, platform yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

Esses mengunggah foto itu ke akunnya pada hari Senin (31/7/2023). Dia menuliskan cicitan yang ditujukan ke Costa Coffee.

 

"Tolong dong jelaskan mengapa Anda mengagungkan operasi yang tidak dapat diubah pada payudara sehat perempuan demi gangguan kesehatan mental," kata Esses dalam cicitannya, seperti dilansir laman NBC News, Rabu (2/8/2023).

Postingan Esses telah dilihat lebih dari enam juta kali pada Selasa (1/8/2023) sore. "Saya sangat prihatin dengan perusahaan swasta yang mendorong narasi itu untuk mengejar keuntungan. Saya akan menyebutnya sinyal yang blak-blakan," kata Esses.

Menurut Esses, grup Thoughtful Therapist yang didirikannya bukan grup antitrans. Dia hanya khawatir dengan dampak kampanye LGBT Costa Coffee terhadap perlindungan anak.

Laurence Fox, yang mendirikan Reclaim Party, juga men-tweet tentang ilustrasi tersebut pada Senin. Dia mengecamnya dan menuduh perusahaan tersebut mempromosikan mutilasi, sebuah istilah yang menggemakan bahasa antitrans yang digunakan dalam undang-undang di Amerika Serikat, di mana 20 negara bagian telah melarang akses ke perawatan terkait transisi untuk anak di bawah umur.

"Saya harap Anda diboikot," tulis Fox dalam tweet tersebut.

Costa Coffee, anak perusahaan Coca-Cola, adalah rantai kopi terbesar di Britania Raya, menurut platform data Statista. Costa Coffee adalah rantai kedai kopi terbesar kedua di dunia setelah Starbucks.

Perusahaan mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan kepada GB News Inggris bahwa ilustrasi, yang dirancang oleh Ashton Attzs, adalah gambar yang muncul di mobil kafe Costa Express.

"Di Costa Coffee kami merayakan keragaman pelanggan, anggota tim, dan mitra kami," kata pernyataan itu.

"Kami ingin setiap orang yang berinteraksi dengan kami merasakan lingkungan inklusif yang kami ciptakan, untuk mendorong orang merasa disambut, bebas, dan tanpa malu bangga menjadi diri mereka sendiri. Mural tersebut, secara keseluruhan, menampilkan dan merayakan inklusivitas."

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement