Rabu 02 Aug 2023 22:55 WIB

Simak Tips Menyusui dan Pompa ASI dari Dokter Ini

Jangan salah pilih bra menyusui agar tidak ganggu produksi ASI.

Peserta dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Jabar menulis aspirasi pada payung putih saat Aksi Payung AspirASI di Bandung, Jawa Barat, Ahad (7/8/2022). Aksi memperingati pekan menyusui sedunia 2022 tersebut untuk menyampaikan edukasi, peran dan dukungan seluruh masyarakat dalam menyukseskan program pemberian ASI eksklusif sesuai aturan UU No.36 Tahun 2009 tentang  kesehatan.
Foto: ANTARA/Novrian Arbi
Peserta dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Jabar menulis aspirasi pada payung putih saat Aksi Payung AspirASI di Bandung, Jawa Barat, Ahad (7/8/2022). Aksi memperingati pekan menyusui sedunia 2022 tersebut untuk menyampaikan edukasi, peran dan dukungan seluruh masyarakat dalam menyukseskan program pemberian ASI eksklusif sesuai aturan UU No.36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dr Fitra Sukrita Irsal, IBCLC membagikan teknik menyusui yang benar dan salah satunya dimulai dari tidak menggunakan bra dengan kawat yang menekan kelenjar ASI sehingga menyebabkan ASI tersumbat.

"Yang perlu dilakukan adalah menggunakan bra yang nyaman, tidak kekecilan atau mengandung kawat sehingga menekan kelenjar ASI yang bisa menyebabkan saluran ASI tersumbat," kata dia melalui pesan elektroniknya kepada ANTARA, Rabu (2/8/2023).

Selain tentang bra, dia juga memberikan saran terkait membersihkan payudara yang sebaiknya dilakukan saat mandi sama seperti anggota badan lainnya.

Hanya bedanya, ibu saat membersihkan payudara tidak perlu menggunakan sabun dan sebaiknya tak menggosoknya terlalu kuat karena berisiko menyebabkan hilangnya minyak pelindung alami di kulit puting dan aerola atau area berwarna gelap yang mengelilingi payudara.

 

Kemudian, untuk ibu yang sering memompa ASI-nya, Fitra menyarankan mereka memilih corong pompa dengan ukuran yang sesuai dan menggunakan tekanan yang cukup.

"Jangan terlalu kuat sehingga sampai menyakitkan. Juga jangan terlalu lama, biasanya setengah jam itu sudah nyaman kalau lebih dari itu bisa menyebabkan payudara tidak nyaman," saran konselor laktasi yang berpraktik di RS Pondok Indah - Pondok Indah itu.

Fitra mengingatkan, menyusui dengan teknik dan manajemen yang baik memungkinkan bayi lebih mudah mendapatkan ASI. Ini termasuk seberapa banyak bagian payudara yang masuk ke dalam mulut bayi. Menurut dia, apabila cukup banyak bagian payudara yang masuk dalam mulut bayi maka puting tidak akan tergesek-gesek yang pada menyebabkannya lecet.

Dia menambahkan, dengan teknik menyusui yang benar, maka ibu kecil lebih kecil berisiko mendapatkan bengkak payudara karena bayi bisa mengosongkan payudara dengan mudah.

"Dengan teknik menyusui yang baik bayi akan lebih mudah mengosongkan payudara sehingga tidak ada ASI yang tersisa di dalam yang bisa menyebabkan stasis ASI yang bisa berlanjut menjadi mastitis," jelas dia.

Stasis ASI terjadi saat ASI tidak dikeluarkan secara efisien dari payudara akibat bayi tidak menghisap efektif atau teknik menyusui tidak benar. Sementara mastitis merupakan peradangan pada jaringan payudara yang salah satunya disebabkan saluran ASI tersumbat.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement